Kriminal

Dijadikan Tersangka, Berikut Pernyataan Ustaz Zulkifli Ali yang Dipersoalkan

Ustaz Zulkifli Muhammad Ali
Ustaz Zulkifli Muhammad Ali

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri resmi menetapkan ustaz Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka kasus ujaran kebencian/SARA.

Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka berdasar laporan oleh seseorang yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017.

Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri, AKBP Irwansyah mengatakan bahwa penetapan tersangka itu berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh timnya berdasarkan terbitnya Surat Perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik/73/1/2018/Dittipidsiber, tanggal 3 Januari 2018.

“Jadi penetapan tersangka itu berdasarkan adanya penyidikan, baru kita bisa tetapkan tersangka,” kata Irwansyah, Rabu (17/1).

Zulkifli diduga melakukan ujaran kebencian/SARA saat memberikan ceramah di salah satu masjid kawasan di Jakarta. Video ceramah tersebut sempat viral di media sosial.

Dalam ceramahnya itu, Zulkifli mengatakan bahwa Tahun 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh beberapa kaum.

“Penyidik telah mendapat dua alat bukti untuk menetapkan ZMA sebagai tersangka terkait video tersebut,” ujar Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, ketika dikonfirmasi, Rabu (17/1/2018).

Baca Juga:  Ratna Mengaku ke Chile Dibiayai Pemprov DKI

Fadil mengatakan polisi telah menyelidiki ada atau tidaknya unsur pidana tersebut sejak November 2017. Video tersebut ditemukan beredar di dunia maya oleh Tim Patroli Siber Bareskrim.

“Langkah penyelidikan sudah dimulai dari November 2017 atas laporan dan informasi dari Tim Patroli Siber,” jelas Fadil.

Status kasus ini lalu naik dari penyelidikan menjadi penyidikan pada awal Desember 2017 kemarin. “Dan dinaikkan ke penyidikan pada awal Desember 2017,” imbuh mantan Direkur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya itu.

Fadil mengatakan Zulkifli dijerat dengan Pasal 28 (2) juncto Pasal 45B UU Nomot 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Dan atau Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” kata Fadil.

Baca Juga:  Eko Prasetia, Salah Satu Contoh Orang Santun di Dunia Nyata Namun Bisa Jadi Orang Tak Beradab di Dunia Maya

Rencananya akan dilakukan pemanggilan terhadap Zulkifli dalam statusnya sebagai tersangka, pada Kamis (18/1) besok, sekitar pukul 09.00 Wib.

Belum ada konfirmasi dari Zulkifli mengenai penetapan tersangka ini. Sementara LBH Bang Japar mengaku sudah berkomunikasi dengan Zulkifli namun belum ada kesepakatan formal mengenai penunjukan kuasa hukum.

Serang NU

Ustadz kelahiran Pariaman, Sumatera Barat 15 November 1974 itu terkenal berani dalam ceramah-ceramahnya menyerang pemerintah dan NU.

Zulkifli dalam satu ceramahnya mengatakan bahwa nanti pada tahun 2018 nanti akan banyak kaum muslimin Indonesia yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum Komunis, Cina, Syiah dan Liberal. Selanjutnya, menurut Zulkifli, Indonesia akan menjadi negara komunis dan jumlah masyarakat China yang akan dimasukkan ke negara ini akan mencapai ratusan juta orang, sehingga orang Indonesia semua akan diperbudak dan TNI Polri akan disikat habis.

Tidak hanya itu, dia juga menyinggung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj dengan sebutan sinting.

Baca Juga:  Seminggu MH Thamrin Dibuka, 800 Lebih Pemotor Ditilang dan Kemacetan Naik 35%

Terakhir, Zulkifli Muhammad Ali ini juga terang-terangan memprovokasi umat Islam untuk berani melawan pemerintahan yang sah saat ini hingga mati. Hal itu dilakukan dengan iming-iming jika mati mereka adalah syahid.

Parahnya, Zulkifli dalam ceramahnya yang provokatif tersebut selalu mencatut institusi negara. Misalnya, ia mengaku sebagai ustadz di Mabes Polri, TNI, dan BIN.

Simak salah satu ceramah dari ustaz Ali berikut: