Kriminal

Ketika Stiker Garansi Smartphone Diolah Jadi Hoax Bertema Komunis

Baru-baru ini beredar kabar bohong alias hoax mengenai cip pengintai di ponsel merek Oppo. Disebutkan, cip itu buatan komunis untuk memata-matai Indonesia. Padahal kenyataannya, benda yang disebut cip itu hanyalah stiker garansi.

Hoax mengenai cip pengintai tersebut beredar di media sosial. Salah satu blog yang memproduksi konten tentang hal itu adalah pribumindo1945.blogspot.co.id.

Artikel hoax berjudul “Selama Ini Kita Ditipu!!! Oppo adalah Antek Komunis yang Ditugaskan Memata-matai Indonesia” itu sebenarnya postingan lama, yang diunggah pada 18 Juni 2017 lampau. Namun kembali hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.

Dalam tulisan tersebut, mereka menyebut nama tim IT FPI. Entah FPI yang dimaksud itu siapa. Tulisan itu menyebutkan, tim IT FPI melakukan penelusuran pada ponsel merek Oppo. Ternyata, ditemukan ada microchip yang tertanam untuk merekam gerak-gerik penggunanya. Mereka pun menyarankan agar benda warna putih yang disebut microchip itu dicopot.

Ada tiga foto yang dikolase ikut diselipkan dalam tulisan tersebut. Foto-foto itu memaparkan cara mencopot microchip tersebut.

Foto: pribumindo1945.blogspot.co.id

Salah satu gadget reviewer pemilik blog ponselmu.com, Herry S.W, menjelaskan bahwa yang disebut microchip putih itu adalah stiker garansi.

Herry mengatakan, jika stiker itu dilepas, otomatis garansi ponsel hangus. Di sejumlah pabrikan ponsel, stiker tersebut bisa berubah warna apabila terkena air.

“Fungsinya sebagai indikator bahwa ponsel terkena air atau tidak,” ujar Herry.

Hoaks lain yang ada di halaman blog Pribumindo tersebut adalah penggunaan foto palsu. Dalam tulisan itu terdapat foto seorang pria yang diklaim sebagai Bai Shin Chang.

Dia disebut pemilik Oppo Cabang Indonesia. Foto pria itu pun dijadikan meme. Tertera teks yang menerangkan bahwa Oppo memang meletakkan microchip untuk memata-matai pengguna ponsel di Indonesia.

Ternyata, foto pria yang disebut Bai Shin Chang itu adalah Satoru Iwata. Dia merupakan mantan CEO Nintendo yang meninggal pada 2015. Jadi, dia bukan pemilik Oppo Cabang Indonesia.

Foto: pribumindo1945.blogspot.co.id

Loading...