DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Dishub Sebut Larangan Sepeda Motor di Thamrin-Medan Merdeka Barat Efektif Urai Kemacetan dan Kurangi Angka Kecelakaan

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko
Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, pelarangan sepeda motor di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat selama ini efektif mengurai kemacetan.

Sigit menyampaikan hal tersebut saat menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 195 Tahun 2014 juncto Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 141 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 195 Tahun 2014 tentang Pembatasan Lalu Lintas Sepeda Motor.

“Efektif. Kemacetan berkurang, terus juga dari aspek yang lain,” ujar Sigit saat dihubungi, Senin (8/1/2018).

Aspek lain yang menjadi evaluasi adalah soal perilaku pengendara sepeda motor dan angka kecelakaan sepeda motor. Sebelum dilarang, angka kecelakaan sepeda motor lebih banyak dibandingkan mobil.

Baca Juga:  Polda Metro Perintahkan Buka kembali Jalan Jatibaru Raya

“Kami evaluasi perilaku pengendara bermotor. Kecelakaan pengendara motor roda dua jauh lebih banyak,” kata dia.

Baca: MA Batalkan Pergub Larangan Motor di Medan Merdeka Barat-Thamrin yang Diteken Ahok

Rencananya, Dinas Perhubungan, Biro Hukum DKI Jakarta, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan rapat bersama pada Rabu (10/1/2018) untuk menyikapi putusan MA. Mereka akan mempelajari putusan MA tersebut.

Dalam rapat tersebut, Dishub juga akan memaparkan hasil analisa dan evaluasi pelarangan sepeda motor. Rapat tersebut diadakan untuk menentukan langkah Pemprov DKI dengan adanya putusan MA tersebut.

“Kami akan menyampaikan data hasil evaluasi pembatasan larangan motor, juga kajian dan analisis, apa urgensi dan manfaat pembatasan tersebut,” ujar Sigit.

Baca Juga:  Ratna Sarumpaet Bantah Pernyataan Sandiaga yang Sebut Dirinya Langgar Aturan

Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah menyampaikan, MA tidak memberikan batas waktu untuk Pemprov DKI menindaklanjuti putusan tersebut. Pemprov DKI akan melakukan kajian terlebih dahulu.

“Nanti kami kaji lagi dengan Dishub teknisnya seperti apa, apa yang masih bisa kami atur atau memang semuanya harusnya dicabut,” kata Yayan di Balai Kota DKI Jakarta.

Baca juga: Anies Sambut Gembira Pergub Larangan Motor di Medan Merdeka Barat-Thamrin Dibatalkan MA

Yayan menyebutkan, Biro Hukum DKI Jakarta telah menerima salinan putusan MA dan akan mempelajarinya.

MA sebelumnya memutuskan untuk membatalkan pergub soal pelarangan sepeda motor melintas di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

Berdasarkan salinan yang terpacak di laman resmi www.mahkamahagung.go.id, majelis hakim menilai Pasal 1 Ayat 1 dan 2 Pergub Nomor 195 Tahun 2014 juncto Pasal 3 Ayat 1 dan 2 Pergub Nomor 141 Tahun 2015 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Warga Miskin Jakarta Bertambah 3.440 Orang, Ini Kata Anies Baswedan

“(Pergub tersebut) tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat,” demikian penggalan isi putusan itu.

Adapun pasal yang dinilai tidak memiliki kekuatan hukum mengikat itu berisi tentang pelarangan sepeda motor melintas di Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat mulai pukul 06.00-23.00.