Densus 88
Ilustrasi Densus 88

Polisi menangkap seorang pegawai di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, berinisial MJ, Sabtu (30/12/2017) sore. Dalam penangkapan tersebut, diamankan sejumlah barang bukti antara lain sepucuk senjata rakitan beserta amunisi serta sejumlah dokumen.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Inspektur Jenderal Safaruddin menjelaskan, saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki MJ beserta dokumen miliknya, kepemilikan senpi ilegal, serta dugaan keterkaitan pria berusia sekitar 36 tahun ini dalam kegiatan terorisme.

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri pun terjun langsung dalam penggerebekan dan pemeriksaan terhadap MJ.

“Densus 88 sedang memeriksa yang bersangkutan sekarang. Dengan dokumen dan alat bukti di TKP, kita bisa mengetahui dia terhubung dengan siapa. Sekarang semua sedang diolah dan pengembangan kasus,” kata Safaruddin di Markas Polda Kaltim, Minggu (31/12/2017).

Menurut Safaruddin, pihaknya sudah lama memantau aktivitas MJ. Hanya saja polisi tak mau mengambil resiko besar, mengingat masyarakat Kaltim sedang merayakan Natal dan menjelang Tahun Baru 2018.

“Informasi dari berbagai pihak, kita kroscek, dan kita dapat bukti. Kemudian, kita lakukan langkah represif,” kata Safaruddin.

“Senjata mesti izin. Apalagi seorang PNS punya senjara api rakitan, tidak ada relevansinya. Itu mencurigakan, tidak wajar. Kalau begini kan ilegal. Senjata kalau tidak berada di tangan sebenarnya berbahaya. Ini malam tahun baru, berbahaya kalau dipakai. Bisa geger,” ujar jenderal bintang dua ini.

MJ ditangkap di kediamannya di Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kukar, Sabtu (30/12/2017) sore. Polisi juga menggeledah rumah MJ, mengangkut sejumlah barang dari sana.

Selain senpi rakitan beserta amunisinya, polisi juga mengangkut laptop, gurinda bor, mabel penghubung mesin cuci, korek api 2 kotak, pisau sangkur yang biasa dibawa saat ia bertugas sebagai Satpol PP, hingga buku bergambarkan senjata dan beberapa kotak maupun bungkusan lain.

“Selain sepucuk senpi rakitan, juga ada alat pembuatan senjata api. Tidak ada bahan peledak (yang disita),” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda, Komisaris Besar Ade Yaya Suryana.

MJ sendiri bekerja di lingkungan Pemkab Kukar, kini sebagai anggota Satpol PP. Ia sudah bekerja di Kukar lebih dari 15 tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *