DKI Jakarta, Ekonomi dan Bisnis

Benarkah Tenda PKL Tanah Abang Diprioritaskan untuk Anak Buah Haji Lulung?

Tenda-tenda berwarna merah untuk para PKL yang didirikan di jalur Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Tenda-tenda berwarna merah untuk para PKL yang didirikan di jalur Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Foto: Haris Fadhil-detikcom)

Para pedagang yang di Pasar Blok G Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengeluhkan sepinya pengunjung pasca penataan tahap pertama di kawasan tersebut.

Hal ini disebabkan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang memperbolehkan pedagang kaki lima (PKL) berjualan di jalan.

Ada kurang lebih 400 tenda yang disediakan Pemprov DKI secara gratis untuk mereka berjualan.

Namun, akibat dari kebijakan tersebut, sejumlah toko di Pasar Blok G sampai gulung tikar karena tak mendapatkan pemasukan.

Salah satunya Emi, pedagang pakaian di Pasar Blok G lantai 2. Dia mengaku omzet langsung drop sejak Pemprov DKI menutup sebagian jalan untuk lapak PKL.

Perempuan asal Sumatera Barat itu makin mengeluh karena tak ditawari lapak PKL di jalanan. Sedangkan sebagian pemilik kios di Pasar Blok G juga memilih tutup ketimbang buka tapi tak ada pembeli.

Baca Juga:  Soal Mobil Ratna Sarumpaet, Anies: Tak Ada Sama Sekali Instruksi ke Staf

“Sepi, liat aja nih sendiri. Boro-boro mau dapat tenda, ditawarin aja enggak. Ini kios-kios yang kosong bukannya pindah ke tenda tapi mereka sudah malas jualan. Tunggu dapat tenda aja baru jualan, kalau kaya saya tetap buka sama aja bohong Kan capek sendiri,” katanya, sebagaimana dilansir JPNN.

Hal senada diungkapkan oleh pedagang lain bernama Imam (46). Dia mengaku tidak mendapatkan tenda. Padahal, dia telah mempunyai KTP DKI Jakarta sejak tahun 1989.

Pria asal Madura itu mengatakan, berdasar info yang beredar dari pedagang-pedagang lain, mereka akan ditawari tenda PKL pada penataan tahap dua nantinya.

Baca Juga:  Ikut-ikutan Tanah Abang, PKL di Sudirman Gelar Dagangan di Trotoar

“Katanya sih tahap satu ini buat pedang yang disana dulu, nanti penataan tahap dua baru kita dapat bagian tapi saya juga gak tau kapan. Memang yang ditawarin itu harus KTP DKI, tapi saya yang punya KTP DKI enggak ada juga yang nawarin, padahal sudah pindah KTP dari tahun 1989 sudah puluhan tahun,” kata Imam, dilansir JPNN.

Hal mengejutkan juga diungkapkan Imam. Menurutnya, para pedagang yang mendapatkan tenda di sepanjang jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, adalah orang-orang yang dekat dengan Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana alias Haji Lulung.

Baca Juga:  Kesbangpol Ancam Bekukan Ormas yang Bandel Minta THR ke Pengusaha

“Itu yang dapat tenda rata-rata anak buahnya Haji Lulung. Kan dia (Haji Lulung, red) yang koordinir, makanya waktu itu ke sini. Orang-orangnya dikasih dulu, nanti kalau sudah dapat disewakan lagi. Sekarang Blok G sudah dilupakan, kami bukan prioritas lagi di sini,” keluhnya.

Baca selengkapnya: Pedagang Pasar Tanah Abang: Kalau di Bawah Boleh, Kami Juga akan Turun