Nasional

PGI Curiga Perayaan Natal di Monas Dipolitisasi, Ini Kata Anies-Sandi

Jumpa pers PGI terkait Natal Pemprov DKI Jakarta di Monas (Foto: Indra Komara/detikcom)

Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) mengingatkan adanya potensi politisasi agama di balik rencana perayaan natal di Monumen Nasional (Monas) Jakarta pada Januari mendatang.

“Kami mengingatkan adanya potensi politisasi dan instrumentalisasi agama, termasuk di dalamnya mempolitisasi hari raya keagamaan Natal untuk kepentingan politik tertentu, yang dilakukan oleh warga gereja sendiri maupun oleh pihak-pihak lain,” ujar Ketua Humas PGI Jeirry Sumampow kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/12).

PGI mengimbau umat Kristiani merayakan natal secara damai, tertib, dan sederhana. Perayaan natal harus berdasarkan nilai-nilai kasih dan perdamaian Kristiani.

Umat Kristen diminta merespons segala hal dengan tenang, matang, dan rasional mengingat semakin memanasnya dinamika politik akibat Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Kami mengharapkan agar perayaan-perayaan Natal yang akan dilakukan memang lahir dari kejernihan dan ketulusan hati serta tetap mengutamakan prinsip dan nilai-nilai kristiani, yaitu kasih dan perdamaian,” tulis PGI.

Baca: PGI Nyatakan Tak Ikut Perayaan Natal di Monas, Ini Alasannya

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan bahwa tidak ada niatan sama sekali untuk mempolitisasi perayaan natal di kawasan Monas.

“Tidak ada (politisasi) itu kan acara yang khidmat,” kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/12).

Anies menambahkan, Pemprov DKI akan melihat seluruh pendapat umat kristiani terkait perayaan malam natal.

“Kami lihat nanti, kami ingin semua pendapat umat kristiani ini tersampaikan. Ini kan acara yang khidmat,” kata Anies

Menurut Anies, Pemprov DKI mengaku hanya memfasilitasi semua acara sesuai arahan yang ada dalam Peraturan Gubernur terkait pemanfaatan Monas.

Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyampaikan akan menyerahkan semua kegiatan malam natal itu kepada umat kristiani.

Sebab kata Sandi, acara itu murni dilaksanakan memang untuk menghormati umat kristiani yang ingin merayakan natal.

“Serahkan saja ke mereka (umat kristiani) mau bagaimana itu keinginan mereka. Apakah tetap di Monas, atau di tempat lain kita akan ikut saja, yang jelas itu (politisasi) tidak ada,” kata Sandi.

Diketahi, sejumlah umat kristiani yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berencana menggelar perayaan Natal 2017 di Monas.

Gubernur DKI Anies Baswedan memberi lampu hijau terhadap kegiatan yang rencananya digelar Januari 2018 tersebut mengingat Monas sudah diperbolehkan menjadi tempat kegiatan keagamaan.

Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno mengatakan, biaya penyelenggaraan perayaan Natal bersama di kawasan Monas sepenuhnya akan ditanggung Pemprov DKI.

Loading...