Kriminal

Diduga Sebar Fitnah soal Panglima TNI, Dokter Berusia 51 tahun Diringkus Bareskrim

Siti Sundari Daranila alias SSD alias Gusti Sikumbang

Tim Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri meringkus Siti Sundari Daranila alias SSD karena diduga telah membuat dan menyebarkan fitnah serta ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Perempuan berusia 51 tahun itu ditangkap di kediamannya di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (15/12/2017) pukul 11.00 WIB. Dan ternyata pelaku berprofesi sebagai dokter.

“Ya benar, penangkapan dilakukan tadi siang,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen M Iqbal.

Iqbal menjelaskan, Siti Sundari diduga sebagai orang yang mengunggah foto Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto beserta keluarga melalui akun Facebook-nya, Gusti Sikumbang.

Dalam foto tersebut, pelaku memberikan keterangan atau caption yang mengandung unsur SARA dan atau Diskriminasi Ras dan Etnis tertentu.

Dalam caption tersebut, pelaku mengajak pribumi untuk merapatkan barisan menyikapi Marsekal Hadi Tjahjanto selaku Panglima baru TNI bersama istri yang berlatar belakang etnis tertentu.

“KITA PRIBUMI RAPATKAN BARISAN. PANGLIMA TNI YANG BARU MARSEKAL HADI TJAHYANTO BERSAMA ISTRI *LIM SIOK LAN* DGN 2 ANAK CEWEK COWOK. ANAK DAN MANTU SAMA SAMA DIANGKATAN UDARA,” demikian tertulis di keterangan foto tersebut.

Unggahan tersebut telah viral di beberapa media sosial dan media online tertentu.

Baca: Baru 4 Hari Jadi Panglima TNI, Marsekal Hadi Sudah Diterpa Hoax

Selain itu, dalam akun Facebook pelaku juga ditemukan beberapa unggahan lain yang sifatnya pencemaran nama baik dan penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo.

Salah satu unggahan pelaku di Facebook

Pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Kayu Tanang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Dan polisi menyita barang bukti dua telepon genggam dari pelaku.

Motif sementara pelaku melakukan aksinya itu karena ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.

Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat 2 Undang Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Marsekal Hadi Tjahjanto bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan kepatutan (Fit and Proper Test) sebagai calon Panglima TNI di ruang Rapat Komisi I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/12). (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)

Pasal tersebut mengatur, setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (ancaman 5 tahun) dan atau Pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 undang-undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis (ancaman 6 tahun).

Saat ini, pelaku tengah diperiksa penyidik. Dan penyidik juga akan mengembangkan kasus ini.

Sementara itu, Kasubdit 2 Dittipisiber Bareskrim Polri Kombes Asep Safrudin menyampaikan, penangkapan ini dilakukan berdasarkan patroli siber oleh timnya.

“Kami lakukan penangkapan itu bukan atas laporan Panglima TNI, tapi profiling kami terhadap isu yang ramai kemarin,” ujar Asep.