Simpang susun Ruas Tol Bawen-Salatiga (ke kanan keluar Bawen, lurus keluar Salatiga), Jawa Tengah.

Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Perekonomian, Wahyu Utomo mengatakan, hingga November 2017, ada 4 tambahan proyek strategis nasional (PSN) yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 yang sudah rampung. Proyek tersebut adalah 3 proyek Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau dan Aruk di Provinsi Kalimantan Barat, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur senilai Rp 415 miliar, serta 1 proyek Jalan Tol Akses Priok senilai Rp 6,27 triliun.

Demikian disampaikannya saat ditemui di acara Seminar Nasional di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta, Kamis (14/12/2017).

“Betul, ada 4 proyek lagi yang sudah selesai,” katanya.

Tambahan 4 proyek strategis yang rampung ini menyusul 20 proyek strategis lainnya yang sebelumnya sudah rampung dengan nilai investasi mencapai Rp 33,5 triliun. Dengan demikian, tercatat sudah ada 24 PSN yang sudah rampung dari 2015 hingga 2017 dengan total nilai investasi mencapai Rp 40,18 triliun.

Selain 4 PSN yang sudah rampung, dari 245 PSN yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 58 Tahun 2017 tersebut, ada 147 proyek lagi masih dalam tahap konstruksi, 9 proyek dalam tahap transaksi, dan 87 proyek sedang dalam tahap penyiapan.

Dari 245 PSN tersebut, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga memiliki 37 proyek prioritas. Dari 37 proyek prioritas itu, belum ada satupun yang telah rampung penyelesaiannya.

“Belum ada yang selesai. Sebagian besar masih dalam pembangunan dan ada juga yang masih persiapan,” ujar Wahyu.

Wahyu menyampaikan, dari 37 proyek prioritas itu, sebanyak 17 proyek di antaranya sedang dalam konstruksi, 9 proyek masih proses transaksi, dan 11 proyek dalam tahap penyiapan.

Beberapa contoh proyek prioritas yang telah mencapai tahap konstruksi adalah proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, MRT Jakarta Koridor North-South, Palapa Ring Broadband, PLTU Batang, dan Tangguh LNG Train 3.

Sementara yang belum dibangun di antaranya Tol Yogyakarta-Bawen dan Probolinggo-Banyuwangi.

“Kalau saya lihat, sementara ini semua masih on the track. Karena kita pantau terus dan bantu mempercepat penyelesaiannya dan debottle necking permasalahannya,” ucapnya.

Adapun secara keseluruhan, nilai investasi 17 proyek prioritas yang sudah konstruksi tersebut sebesar Rp 462 triliun. Sedangkan untuk proyek prioritas yang masih dalam tahap penyiapan dan transaksi, untuk keseluruhan 20 proyek memiliki nilai investasi sebesar Rp 1.957 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *