Nasional

Buruh Pembakar Karangan Bunga Ahok Mengaku Sudah Kontrak Politik dengan Anies-Sandi

Buruh membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot.
Buruh membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot. (Foto: twitter.com/danrem)

Jurnalindonesia.id – Para buruh melakukan aksi bakar karangan bunga di depan Balai Kota DKI.

Sekjen Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI Idrus mengatakan, mereka sengaja membakar karangan bunga untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat itu sebagai bentuk kekesalan para buruh di Jakarta yang upahnya tidak dinaikkan Pemprov DKI.

Apalagi, menurut Idrus, upah di Jakarta lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.

“Karena UMP tidak naik-naik sampai sekarang. Kita mau lihat bagaimana sikapnya. Ini simbol sebagai bersih-bersih,” tegas Idrus kepada awak media, di depan Balai KotaJakarta, Senin (1/5).

“Ini kekesalan kami yang selama ini tuntutan kami tak didengarkan, masa kalah dengan Bekasi, Karawang, Cikarang,” imbuh dia.

Selain itu, Idrus juga mengakui, buruh yang tergabung dengan FSP LEM SPSI telah melakukan kontrak politik dengan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan- Sandiaga Uno. Kontrak politik tersebut sudah ditandatanganinya di masa kampanye berlangsung.

“Anies sudah janji, dia tidak mau gunakan PP 78. Sudah ada kontrak politik dengan Anies waktu kampanye,” ujar dia.

Atas aksi pembakaran tersebut, Idrus mengaku berani bertanggung jawab. “Saya bertanggung jawab atas pembakaran karangan bunga ini. Ini bentuk protes kami atas apresiasi,” ujar dia.

Baca juga: Aksi May Day, Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok

Karangan bunga buat Ahok dibakar di depan Balai Kota

Karangan bunga buat Ahok dibakar di depan Balai Kota [Foto: suara.com/Erick Tanjung]

Dalam peringatan hari buruh ini, massa dari Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta.

Massa yang datang dari arah barat kemudian berhenti di depan Balai Kota.

Salah seorang aktivis yang berdiri di atas mobil komando kemudian memberikan instruksi lewat pengeras suara.

‎”Teman-teman, kita awali May Day ini dengan bersih-bersih Balai Kota. Balai Kota ini sudah dikotori oleh karangan bunga yang tidak penting. Ini sudah mengotori Balai Kota, maka harus dibersihkan. Tolong kumpulkan karangan bunga itu di tengah jalan, bakar!” serunya.

Peserta aksi pun melaksanakan instruksi tersebut. Mereka mengambil karangan bunga yang berjejer di depan kantor Balai Kota dan memindahkannya ke tengah jalan. Ada salah seorang dari mereka yang menyiram dengan minyak, dan membakarnya.

Baca juga: Ketua Aksi Pembakaran Karangan Bunga Minta Maaf, Mengaku Tidak Sengaja

Segera saja tumpukan karangan bunga tersebut terbakar. Asap tebal membumbung tinggi ‎di tengah jalan depan Balai Kota.

Tidak berhenti di situ, sebagian peserta aksi masih mencoba menarik paksa beberapa karangan bunga lagi untuk dibakar meskipun anggota Satuan Polisi Pamong Praja, anggota Polri, dan TNI, mencegah mereka.

Akhirnya petugas berhasil menghentikan aksi tersebut dan memadamkan api.

Lihat aksinya dalam video berikut: