Kriminal

5 Kejanggalan Kasus Dugaan Penembakan Terhadap Rizieq Shihab

Rizieq Shihab
Rizieq Shihab

Pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab dikabarkan mendapat teror. Disinyalir, ada pihak tertentu yang sedang mengincar nyawanya.

Menurut Ketua Presidium 212 yang juga Ketua Panitia Tamasya Al Maidah, Ansufri Idrus Sambo alias Ustaz Sambo, teror dilakukan oleh seorang penembak jitu. Ustaz Sambo mengaku mengantongi peluru dari tembakan yang meleset di pendopo milik Rizieq yang ada di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Baca: Rizieq Shihab Ditembak Sniper? Ini Kronologi Menurut Ketua Panitia “Tamasya Al Maidah”

rizieq ditembak

Foto: Instagam @rat0n0efendi

Namun, ada banyak kejanggalan dari dugaan aksi teror tersebut. Ditambah lagi pria yang kini menjadi tersangka atas kasus penodaan Pancasila di Polda Jawa Barat itu kini sedang berada di Saudi Arabia.

Selain kasus penodaan Pancasila, sejumlah dugaan pelanggaran hukum lainnya pun sedang menanti Rizieq.

Pertanyaannya, benarkah ada teror atas nyawa Rizieq, atau cuma mencari alasan untuk bisa kabur dari jeratan hukum yang mengincarnya?

Berikut rangkuman terkait lima kejanggalan aksi teror terhadap Ketua Dewan Pembina GNPF MUI itu:

1. Bidikan Sniper Meleset

Rizieq disebut-sebut diteror oleh oknum yang diduga seorang sniper atau penembak jitu. Tapi anehnya tembakan sniper tersebut meleset. Mestinya, seorang penembak masuk kualifikasi sniper jika telah memiliki jam terbang menembak tepat sasaran yang tinggi. Tidak semudah itu untuk meleset.

Baca Juga:  Aman Abdurrahman: Mau Vonis Seumur Hidup atau Eksekusi Mati Silakan

Tapi yang terjadi, menurut Ustaz Sambo adalah, bidikan tersebut tidak kena sasaran. Seolah-olah pelaku yang menembak adalah orang amatiran.

“Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” kata Sambo, Jumat (28/4).

2. Tidak Melapor ke Polisi

Meskipun mengaku mendapat teror, tapi Rizieq tidak melaporkannya ke polisi. Padahal polisi sudah menyarankan untuk membuat laporan supaya pihak berwajib bisa mengusut kasus itu secara tuntas. Polisi pun tidak bisa berbuat banyak sebab penyidik akan bekerja berdasarkan laporan. Jika tidak ada laporan, maka insiden penembakan tersebut tak bisa diselidiki.

“Kami tidak bisa bergerak dong. Semua berdasarkan laporan. Kalau tidak ada laporan bagaimana? Pokoknya ya dilaporkan saja dulu,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

3. Dalih Mengungsi Padahal Hendak Diperiksa

Rizieq Shihab saat ini sedang berada di Saudi Arabia. Ustaz Sambo mengatakan, Rizieq memutuskan ke luar negeri karena merasa tidak aman. Ketua Presidium 212 itu juga mengatakan, akibat teror tersebut, Rizieq memboyong seluruh keluargaanya ke luar negeri.

Baca Juga:  LSI Denny JA Membantah Anggapan FPI soal Survei Bayaran

Sementara, pada 2 atau 3 Mei besok Rizieq akan kembali menjalani pemeriksaan. “Kalau enggak 2 Mei atau 3 Mei ya. Yang pasti tidak tanggal satu karena Hari Buruh,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan.

Habib Rizieq akan diperiksa untuk kasus chat sex yang menyeretnya dengan Firza Husein yang tak lain adalah tersangka kasus makar pada Aksi 212 tahun 2016 silam.

4. Tak Ada Bukti Kuat Penembakan

Penembakan yang kbarnya dilakukan di pendopo kediaman Rizieq sampai sekarang belum terbukti. Selain karena pihak Rizieq sendiri tidak melaporkannya ke polisi, juga karena tidak ada yang bisa membuktikan penembakan tersebut, baik dari bagian mana pendopo yang ditembak, sampai proyektil peluru, dan bekas-bekas penembakan. Yang ada, hanyalah pengaduan teror ke Komnas HAM. Itu tidak wajar karena kalau ingin kasus itu diusut, sebaiknya kubu Rizieq melapor ke polisi.

Baca Juga:  Mabuk, Beli Rokok Lama Dilayani, Anggota Brimob Ini Lepas 2 Tembakan

“Ya kalau ada, bikin laporan saja. Kalau memang ada kejadiannya gampang, dilaporkan,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus.

5. Mengungsi atau Umrah?

Ketua Presidium 212, Ustaz Sambo, mengatakan Rizieq pergi ke tanah suci untuk mengamankan diri. Hal tersebut ia sampaikan saat melaporkan kejadian itu ke Komnas HAM.

Tapi pernyataan tersebut dibantah Sugito Atmo Prawiro selaku kuasa hukum Rizieq. Dia menyebutkan kliennya sedang di Saudi Arabia untuk ibadah.

“Lagi ibadah (umrah) sama keluarga. Mungkin sudah merencanakan lama, tapi enggak mau ramai. Lawyernya pun nggak dikasih tahu,” kata Sugito saat dikonfirmasi, Jumat (28/4).

Baca: GNPF MUI Kembali Gelar Unjuk Rasa, Rizieq Shihab Absen

Ketika disinggung apakah sengaja Umroh untuk menghindari pemanggilan polisi, Sugito menampik hal itu. Menurutnya, Rizieq telah lama merencanakan umroh sebelum lebaran itu. “Bukan, bukan karena itu (menghindari panggilan),” terangnya.