Kriminal

Arbi Sanit: Rizieq Memang Kriminal, Bukan Dikriminalisasi

arbi sanit
Pengamat politik Arbi Sanit

Jurnalindonesia.id – Aparat penegak hukum kerap dianggap ‘mengkriminalisi ulama’ ketika memproses tokoh-tokoh ormas Islam yang diduga terlibat dalam kasus hukum. Termasuk juga dalam kasus-kasus yang melibatkan Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Pengamat politik Arbi Sanit menilai, tokoh ormas semacam Rizieq Shihab dan teman-temannya selalu memakai istilah ‘kriminalisi ulama’ untuk meraih dukungan dari masyarakat yang kurang paham hukum dan agama. Dosen Ilmu Politik dari Fakultas Ilmu Sosial & Politik Universitas Indonesia itu bahkan menganggap Rizieq dan kawan-kawannya memang kriminal.

“Dikit-dikit dikriminalisasi, dikit-dikit dikriminalisasi, nuduh-nuduh polisi, padahal itu bukan dikriminalisasi tapi memang kriminal kok. Kalau memang dia ulama tapi kriminal kenapa nggak?” kata Arbi Sanit, Rabu (26/4/2017).

Baca Juga:  Kajati Jabar: Rizieq Shihab Tersangka Penodaan Pancasila

“Menghasut jadi radikal, menghina Pancasila, menghina negara, menghina presiden, apa nggak kriminal? Menghasut saat ceramah, menakut-nakuti, apa bukan kriminal?” imbuh Arbi.

Lebih jauh Arbi menilai, penggunaan istilah ‘kriminalisi ulama’ oleh Rizieq Shihab dan kelompoknya, selain untuk mendapat dukungan masyarakat, juga untuk menakut-nakuti aparat kepolisian.

Diketahui, Rizieq Shihab kini tengah terlibat sejumlah kasus, antara lain dugaan penghinaan Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri, atas pernyataan bahwa Pancasila Soekarno Ketuhanan ada di pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala.

Baca Juga:  Dubes RI: Rizieq Bisa Minta Amnesti Agar Tak Didenda dan Di-blacklistArab Saudi

Selain itu Rizieq juga dilaporkan atas ceramahnya di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Minggu (25/12/2016) lalu karena diduga mengeluarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan mengatakan ada gambar palu arit di uang rupiah.

Ada juga kasus soal penyebutan Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan ‘berpangkat jenderal berotak hansip’. Pernyataan Rizieq ini dilaporkan oleh seorang hansip bernama Eddy Soetono (62).

Kemudian Pendeta Max Evert Ibrahim Tangkudung asal Minahasa, Manado, Sulawesi Utara, pun melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, pada akhir Januari 2017 lalu, atas dugaan ancaman pembunuhan terhadap para pendeta. Ancaman tersebut dilontarkan Rizieq saat berorasi di acara FPI, 2016 lalu.

Baca Juga:  Polisi: Tidak Ada Nama Rizieq Shihab di Semua Maskapai dari Arab

Yang paling fenomenal adalah kasus percakapan seks yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq bersama Firza Husein.