Kriminal

Brigadir K Berondong Sedan Honda City Menggunakan Senapan Serbu

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto (tengah) memberikan keterangan terkait peristiwa penembakan warga oleh Brigadir K di sela razia Polres Lubuk Linggau Sumsel, di Mapolda Sumsel Palembang,Rabu (19/4). (Foto: Antara/Feny Selly)

Jurnalindonesia.id – Buntut penembakan sedan Honda City yang ditumpangi 8 orang sekeluarga di Kota Lubuklinggau, Selasa (18/4) lalu, Brigadir K diperiksa Propam Polda Sumatera Selatan.

Inilah profil Brigadir K dan senjata yang ia gunakan dalam insiden tersebut.

Menurut penjelasan Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga, Brigadir K berasal dari kesatuan Samapta Bhayangkara Polres Lubuklinggau. Saat kejadian, dia sedang bertugas di kantor Bank BCA di dekat lokasi kejadian. Dia juga memegang surat ikut razia gabungan.

“Razia itu untuk mengantisipasi curanmor (pencurian kendaraan bermotor, pencurian berat, pencurian kekerasan,” kata Hajat, Kamis (20/4/2017).

Razia diikuti 27 personel Sabhara dan Satlantas di bawah komando Polsel Lubuklinggau Timur. Proses razia lancar sampai akhirnya ada Honda City berwarna hitam membuat geger. Mobil yang dikemudikan Diki itu tak mau diberhentikan.

Baca: Terungkap! Ini Alasan Sopir Honda City Hindari Razia Polisi Hingga Akhirnya Diberondong Tembakan

Senjata yang digunakan Brigadir K

Senjata yang digunakan Brigadir K

Nah, karena mobil lari, polisi curiga. Mobil patroli dan 2 motor mengejar. Insting kepolisian muncul di benak Brigadir K. Dia yang saat itu berada di kantor Bank BCA ikut mengejar.

“Jadi dia ikut mengejar karena kebetulan sedang melaksanakan tugas. Senjata laras panjang yang dia bawa sudah ada izin, hanya saat bertugas saja,” jelas Hajat.

Baca juga: Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Duh…Ternyata Polisi Menembak Setelah Mobil Itu Berhenti

“Dia termasuk berprestasi dan disiplin,” tambah Hajat.

Belum ada keterangan resmi soal jumlah tembakan. Namun saksi menyebut ada 6 lubang tembakan di mobil. Satu penumpang, Surini (54) tewas, sementara sisanya terluka. Terungkap bahwa sopir kabur dari razia karena tak memiliki SIM dan khawatir dicegat.

penembakan mobil di lubuklinggau

Kondisi mobil yang diberondong polisi

Senjata yang digunakan

Adapun senjata yang digunakan Brigadir K, menurut penjelasan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto, adalah senjata api jenis SS1 V-2. Senjata api jenis ini diproduksi oleh PT Pindad Bandung.

Senjata api jenis SS1-V2 ini biasa disebut senapan serbu 1. Senjata ini biasa digunakan oleh anggota TNI dan Polri dalam melaksanakan tugas.

Jenis pelurunya pun kaliber 5.56 x 45 milimeter standar NATO dan memiliki berat kosong 4,01 kilogram. Senapan ini bersama dengan M16, Steyr AUG dan AK-47 menjadi senjata standar TNI dan Polri.

Agung memastikan Brigadir K akan diproses secara pidana. Hal itu diputuskan berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pihak Propam Sumsel.