Kriminal

Anak SD Disidang, Ayah: “Biar Saya yang Dipenjara Menggantikannya”

Ayu Widiyaningsih

Jurnalindonesia.id – Ayu Widiyaningsih (11 tahun), siswi Sekolah Dasar yang menjadi terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas, hari ini kembali mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jatim.

Ayu kembali untuk menjalani proses diversi. Yakni, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Tidak ada persiapan apa pun yang dilakukan siswi kelas VI SDN Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti itu. Bahkan, dia tetap masuk sekolah Rabu kemarin (19/4).

Namun berbeda berbeda bagi sang ayah, Monadi.

Kepada Jawa Pos, dia tak sanggup menahan air mata saat mengingat peristiwa yang dialami anaknya. Ditambah lagi berbulan-bulan ia harus bolak-balik ke rumah sakit untuk merawat luka kecelakaan anaknya.

“Saya hitung utang saya 20 jutaan,” ucapnya.

Dana puluhan juta rupiah tersebut ia pinjam untuk biaya perawatan medis Ayu.

Monadi mengaku belum tahu bagaimana harus membayar kalung dan gelang emas milik saudaranya yang ia gunakan untuk pengobatan anaknya tersebut.

Baca Juga:  Cucu Wiranto Meninggal Setelah Tercebur Kolam di Rumah

Dia mengungkapkan, tidak mungkin meminta bantuan kepada sopir Yaris yang terlibat kecelakaan dengan anaknya.

“Tapi, dulu pernah diberi utangan,” ujarnya.

Bukan perkara utang yang membuat dirinya was-was, namun perkara anak bungsunya yang terancam menjadi terpidana.

“Saya akan minta menukar hukuman ke hakim supaya saya yang dipenjara menggantikan Ayu,” katanya, sambil meneteskan air mata.

Menurut Monadi, anaknya masih bisa diharapkan meraih cita-cita. Sementara itu, dia merasa sudah cukup menjadi buruh lepas penjaga kebun di samping kantor kepala desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

“Saya miskin. Tapi, saya tidak ingin anak saya juga miskin. Akan semakin miskin dia jika sampai dipenjara,” ujarnya.

Jumariyah, ibunda Ayu, menyatakan akan ikut mengantar anaknya ke pengadilan. Dia memilih libur berjualan gorengan. Dia berharap, kasus yang menjerat anaknya bisa tuntas hari ini.

Dengan begitu, Ayu bisa kembali berfokus belajar menyiapkan ujian akhir sekolah. Apalagi, Ayu sudah kelas VI.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Driver Go-Jek yang Tewas Terlindas Truk di Pademangan Jadi Tersangka

“Sebenarnya tidak tega ikut ngantar Ayu. Tapi, saya akan mencoba supaya pak hakim tidak menghukum dia,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Baidowi -ayahanda Windi, sapaan karib Yenni Amelia yang juga mengalami kecelakaan pada waktu yang sama, menyesali langkahnya memerkarakan kasus kecelakaan itu. Sebab, upayanya itu malah mengakibatkan Ayu menjadi tersangka.

Dia yang kemarin ditemui di rumah orang tua Ayu menegaskan bahwa keluarganya tidak mempunyai niat membawa Ayu sampai ke pengadilan seperti saat ini.

Dia mengatakan, laporan yang diperkarakan itu ditujukan untuk pengemudi mobil Yaris.

Kasus tersebut berawal dari kecelakaan yang menimpa Ayu Widiyaningsih bersama teman sekelasnya yang bernama Yenni Amelia (Windi), pada Idul Adha 12 September 2016.

Mereka mengalami kecelakaan di Jalan Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari. Saat kecelakaan, keduanya sedang berboncengan satu motor. Ayu di depan, Windi dibonceng.

Nah, kasus itu mencuat saat orang tua Windi bermaksud memperkarakan pengendara mobil Yaris yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Baca Juga:  10 Insiden Kecelakaan pada Proyek Infrastruktur, Ini Daftarnya

Menurut keterangan Ahmad Baidowi, ayah Windi, saat itu Ayu dan Windi bertabrakan dengan mobil Yaris di Tisnogambar, Bangsalsari.

“Anak saya dari arah barat dan mobil Yaris dari Jember ke arah Lumajang,” ujarnya.

Namun, justru dua gadis kecil yang berusia 11 tahun tersebut yang harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jember. Ayu harus menjadi terdakwa, sedangkan Windi -sapaan karib Yenni Amelia- menjadi korban.

Hari pertama kasus itu masuk ke proses pengadilan, agendanya masih memasuki tahap diversi.

Namun, jika proses itu menemukan jalan buntu, dua bocah yang masih berusia 11 tahun tersebut akan menghadapi persidangan.