Kriminal

Sedan Diberondong 10 Tembakan oleh Polisi di Lubuklinggau, Pernyataan Saksi Mata Ini Mengejutkan

penembakan mobil di lubuklinggau

Warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dihebohan dengan inisiden penembakan sebuah mobil sedan oleh oknum polisi. Seorang penumpang mobil dikabarkan tewas seketika terkena tembakan, dan lima penumpang lainnya termasuk bocah berusia dua tahun, luka-luka.

Sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara aparat kepolisian dengan mobil berwarna hitam tersebut. Diduga, insiden tersebut terjadi lantaran mobil sedan  bernomor polisi BG 1488 ON itu menerobos razia polisi di jalan raya daerah Lubuk Linggau.

Berikut kronologi lengkapnya yang telah kami himpun:

Kronologi penembakan

Sekitar pukul 10.00 WIB, Polres Lubuklinggau sedang menggelar razia di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I atau jalan lingkar. Sekitar satu setengah jam kemudian, sebuah mobil sedan bermerek Honda City hitam dengan nomor polisi BG 1488 ON melesat dari arah Mesat Seni menuju Bandara Silampari.

Polisi mencoba menghentikan mobil yang membawa enam orang itu. Tapi bukannya berhenti, mobil tersebut malah tancap gas hingga hampir menabrak anggota polisi yang sedang melakukan razia. Sontak, naluri polisi merasakan adanya hal-hal mencurigakan, sehingga anggota polisi berinisiatif mengejar.

Kejar-kejaran pun terjadi. Anggota polres Lubuklinggau yang mengejar mobil mengeluarkan beberapa kali tembakan dari arah belakang supaya mobil yang ditumpangi para korban berhenti.

Sampai di Jalan Lingkar HM Suharto, Kelurahan Simpang Periuk tepatnya di depan Kantor Bank Mandiri, pengejaran terhenti.

Mobil yang diberondong polisi di Lubuklinggau

Mobil yang diberondong polisi di Lubuklinggau

Namun korban yang saat itu ketakutan tidak berani keluar dari dalam mobil. Para petugas yang mencurigai langsung berupaya mengeluarkan korban secara paksa dari dalam mobil. Tapi korban tetap bertahan di dalam mobil hingga petugas terpaksa memecahkan kaca mobil.

Polisi pun akhirnya mengeluarkan para korban satu persatu dari dalam kendaraan.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sontak langsung berkumpul untuk melihat apa yang terjadi.

Malah, mereka yang menyaksikan kejadian itu sempat mengatakan jika aksi kejar-kejaran tersebut mirip film Fast and Furious.

Salah seorang warga bernama Iqbal yang berada di lokasi kejadian menuturkan, pengejaran kemudian terhenti di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, tepatnya di jalan raya samping Bank Mandiri Simpang Periuk.

“Mobil berhenti samping bank mandiri, dekat parkir, sudah dalam keadaan terkepung dan terpepet, kemudian petugas yang sempat mengejar nembak dua kali, kami tidak tahu apa yang ada di dalam,” ungkapnya Iqbal warga setempat.

Setelah itu petugas memaksa korban untuk keluar, dimulai dari sopir. Namun, polisi kemudian terkejut karena tak menyangka bahwa di dalam mobil masih banyak orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Begitu dibuka pintu belakang ada tiga orang diantaranya pria paruh baya, Ibu tua yang tertembak dan satu pria dan anak-anak.

“Di bagian depan kakek satu orang dan anak-anak satu dan seorang sopir, jumlahnya 7 orang. Yang kena tembak bapak-bapak bagian belakang, termasuk ibu-ibu tua itu kena tembak, dan anak-anak itu tembus bagian kepala, kami lihat itu waktu mereka dibawa keluar,” ungkapnya.

Setelah semua orang diturunkan, kakek dan satu orang sopirnya langsung dibawa petugas, sementara lima orang lainnya langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan pertama.

“Tapi ibu-ibu itu tidak bergerak lagi apa karena sudah meninggal dan atau pingsan saat dibawa ke Rumah sakit Siti Aisyah kota Lubuklinggau, karena badannya penuh luka dan keluar dari badannya,” ujarnya

penembakan mobil di lubuklinggau

Kondisi mobil yang diberondong polisi

Diketahui, setelah pemeriksaan, satu orang meninggal dunia bernama Surini (54) akibat terkena tembakan di bagian paha kiri, perut sebelah kiri, dan tiga luka tembak dibawah payudara sebelah kanan. Sedangkan empat korban lainnya yang merupakan anak korban Surini, dalam keadaan kritis: mereka adalah Dewi (35) tertembak di bahu, Indra (33) tertembak di leher, Novianti (30), bocah Genta (2) terkena tembakan di kepala, dan Diki (30) sopir mobil sekaligus anak angkat korban Surini terluka di perut akibat timah panas polisi.

penembakan mobil di lubuklinggau

Kondisi di dalam mobil yang diberondong polisi

Dari informasi yang kami himpun, mobil tersebut hendak menuju Muara Beliti untuk melaksanakan kondangan keluarga. Sebelum berangkat ke Muara Beliti, mobil menjemput Novi di kelurahan Karya Bakti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, polisi sempat melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke atas namun tak diindahkan, hingga akhirnya tembakan diarahkan ke mobil.

“Informasi sementara mobil itu tidak berhenti waktu ada razia, dikejar sampai dilepaskan tembakan peringatan,” kaa Agung, Selasa (18/4).

Saat ini, polisi pelaku penembakan masih dalam pemeriksaan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Palembang. Jika terbukti bersalah, Agung memastikan petugas tersebut akan dipidana.

“Kita tunggu tim dari Polda supaya tidak bias infonya. Saya turut berduka cita, prinsip saya tindak tegas anggota yang bersalah,” pungkasnya.

Mobil berisi satu rombongan keluarga yang ditembak oleh polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017). (Foto: Tribun Sumsel/Eko Hepronis)

Mobil berisi satu rombongan keluarga yang ditembak oleh polisi di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017). (Foto: Tribun Sumsel/Eko Hepronis)

Adapun korban tewas kemudian disemayamkan di Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuk Linggau. Sementara korban luka dirawat di rumah sakit di Lubuk Linggau. Dikabarkan, salah satu korban dirujuk ke Palembang untuk perawatan lebih lanjut.

Semua korban berasal dari Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Rejang Lebong, Bengkulu.

 

Loading...