Kriminal

Jika Tetap Digelar, 2500 Polisi Siap Bubarkan Acara HTI di Makassar

Ribuan jamaah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) membanjiri Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/5/2015).

Jurnalindonesia.id – Sebanyak 2500 personel kepolisian gabungan akan membubarkan jika DPD Hizbut Tahrir Indonesia tetap menggelar acara.

Sedianya DPD Hizbut Tahrir Indonesia Sulawesi Selatan akan menggelar Masirah Panji Rasullulah SAW di Lapangan Karebosi, Kota Makassar, Minggu (16/4/2017).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, 2500 personel tersebut gabungan dari Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar.

“Kami akan membubarkan jika acara itu digelar, karena mereka tidak mengantongi izin resmi dari kami. Dan memang instansi lain juga tidak mengizinkan,” tegas Dicky, dikutip Tribun Timur, Jumat (14/4/2017).

Baca Juga:  Dubes Arab Saudi Sebut Reuni 212 adalah Aksi Protes Pembakaran BenderaTauhid oleh Oknum Organisasi Sesat

Baca: Tegas, Polda DIY Tak Izinkan Pawai HTI di Yogya

Kegiatan Masirah Panji Rasullulah SAW yang diselenggarakan DPD HTI Sulsel rencananya diikuti 50 ribu anggota. Polda Sulsel enggan memberi izin aara tersebut karena alasan keamanan.

Menurut Dicky, dari sisi keamanan Polda Sulsel tidak memberikan rekomendasi agar tidak adanya keributan.

“Jadi 2500 personel itu untuk jaga-jaga kalau mereka tetap melaksanakan acara tersebut, ini juga mengantisipasi bentrok bagi organisasi atau massa yang menolak acara tersebut,” Dicky menjelaskan.

Baca Juga:  Miris, Siswa SD Makassar Ini Jadi Bos Sabu, yang Jual Siswa SMP

Baca juga: Dikepung Ribuan Massa, Pembentukan FPI Semarang Dibubarkan Aparat

Lanjut Dicky, Polda Sulsel menolak kegiatan tersebut karena dalam surat izin kegiatan tidak ada rekomendasi pihak pemerintah dan penanggungjawabnya tidak jelas.

Polda Sulsel secara tegas menyebut kegiatan tersebut bisa dibubarkan secara paksa karena tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian.