DKI Jakarta, Nasional

Sumarsono: 90 Persen Lebih Penghuni Rusun Mengaku Sangat Bahagia

Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono
Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono

Jurnalindonesia.id – Pelaksana tugas Gubernur Sumarsono ikut menanggapi keluhan salah seorang penghuni rumah susun Jatinegara bernama Sunarto dalam acara debat Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta putaran dua, Rabu (12/4) malam.

Dalam acara tersebut, kepada calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Sunarto mengaku resah dengan unit rusun yang dihuninya karena rusak dan bocor.

Menurut Sumarsono, adanya keluhan tersebut bukan berarti seluruh warga yang menghuni rusun di Jakarta tidak bahagia.

“Dari jumlah 10 ribu penghuni, kalau yang ngomong hanya dua atau tiga orang, kan tidak bisa kita katakan (seluruhnya). Hasil evaluasi kami, lebih dari 90 persen penghuni rusun mengatakan sangat happy,” kata Sumarsono di Balai Kota, Kamis (13/4).

Baca Juga:  Penyanderaan Staf KLHK oleh Pembakar Hutan: Mereka Diancam Dibakar dan Dilempar ke Sungai

Sumarsono pun tak memungkiri adanya kekurangan terkait perawatan infrastruktur yang mungkin masih ditemukan. Cuma saja hal itu tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta semata.

“Karena biaya perawatan rusun itu diambil dari iuran mereka. Sementara, masih banyak yang belum melunasi iuran. Jadi, bagaimana bisa lingkungan dijaga?” kata Sumarsono.

Sementara itu, menurut Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, ada faktor budaya yang bisa saja membuat penghuni rusun merasa tak betah. Persoalan ini, kata dia, cuma soal waktu.

Baca Juga:  Anies Akan Coret Program 8 Rusun yang Dirancang Ahok Senilai Rp1,3 T

“Harusnya ketika pindah ke lokasi yang lebih jauh, berubah juga karakter pekerjaannya. Semula tinggal di pinggir kali, kerjaannya cari ikan saja. Ketika bergeser, ya harusnya dilatih mengembangkan keterampilan sendiri. Tapi, pasti butuh waktu,” ujarnya.

Dalam tanggapannya, Ahok mengakui kualitas rusun di kawasan tersebut memang buruk dan tak dapat menutupi fakta bahwa hampir 30 persen penghuni rusun tak mampu membayar sewa.

Baca Juga:  Pemprov DKI Minta Rp717 Miliar Buat Talangi Uang Muka DP Nol

Namun, ia menegaskan, uang yang dibayarkan warga setiap bulan semata digunakan untuk biaya perawatan atau retribusi lingkungan.

Lebih lanjut, Ahok berkata akan membongkar tembok pembatas rusun Jatinegara dan menggantinya dengan kios untuk digunakan sebagai tempat usaha warga rusunawa.