Pendidikan

Ketika Jokowi Keliru Sebut Kelas XI Sebagai SMP

Presiden Jokowi membagikan KIS, KIP dan PMT di Taman Pendawa, Bandung
Presiden Jokowi saat pembagian KIS, KIP dan PMT di Taman Pendawa, Bandung, Rabu (12/4/2017).(Foto: Fabian Januarius Kuwado/Kompas)

Jurnalindonesia.id – Saat menyampaikan sambutan dalam acara bagi-bagi Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Pemberian Makanan Tambahan di Taman Pendawa, Kota Bandung, Rabu (12/4/2017), Presiden Joko Widodo sempat keliru mengartikan jenjang pendidikan yang sekarang berlaku.

Diketahui, jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA di Indonesia ditandai dengan penggunaan angka Romawi untuk setiap tingkatan kelas.

Contohnya, SD dari Kelas I hingga VI, SMP dari Kelas VII hingga IX, dan SMA dari X hingga XII.

Dalam acara itu Presiden Jokowi memanggil beberapa pelajar untuk diberikan sepeda. Salah satu pelajar yang berani tunjuk tangan dan naik ke atas panggung adalah Ahmad Jailani Muslim.

“Kamu kelas berapa?” tanya Jokowi.

“Kelas XI (sebelas),” jawab Ahmad.

Jokowi mengatakan, “Oh kelas sebelas SMP ya berarti?”.

Sontak, ibu-ibu dan pelajar yang hadir dalam acara tersebut tertawa. Ada yang berteriak mengoreksi Presiden, “Kelas XI itu SMA, Pak”.

Ahmad pun turut mengoreksi Jokowi.

“Kelas XI itu kelas dua SMA, Pak,” ujar Ahmad.

Jokowi mengernyitkan dahi.

“Loh, kelas sebelas itu SMA toh?” tanya Jokowi dengan polos.

“Saya dulu enggak ada sih kelas sebelas, dua belas. Makanya saya jadi enggak ngerti,” lanjut Jokowi.

Pernyataan Jokowi tersebut mengundang tawa para hadirin yang hadir dalam acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Ahmad mendapatkan sepeda dari Presiden Jokowi karena Presiden kagum atas prestasi Ahmad pada bidang olahraga futsal.