Kriminal

Polisi Bubar Paksa Forum Khilafah Hizbut Tahrir di Semarang

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)
Ilustrasi: ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi damai dengan tema “Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan lil ‘Alamin” di depan patung kuda silang Monas Jakarta, sabtu (16/4/2016).

Acara bertajuk Forum Khilafah Indonesia yang digagas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Hotel Grasia Semarang, Minggu (9/4), dibubarkan oleh kepolisian.

Kapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji memerintahkan pembubaran kegiatan tersebut usai mediasi pihak HTI bersama sejumlah organisasi keagamaan yang menolak adanya kegiatan itu.

“Kegiatan ini saya minta dibatalkan, terlepas anda senang atau tidak dengan keputusan saya,” kata Abiyoso, Minggu (9/4).

Sebelum keputusan ini dikeluarkan, ratusan ormas dari berbagai elemen di Jateng mengeruduk lokasi acara untuk sebagai bentuk penolakan terhadap kegiatan yang rencananya digelar pukul 19.00 WIB itu. Sempat terjadi ketegangan karena ormas yang terdiri dari Banser, Ansor, FKPPI, Pagarnusa, Laskar Nusantara berniat menghentikan acara tersebut.

Pihak kepolisian mencoba memediasi antara kedua belah pihak yang berseteru tersebut. Hingga akhirnya, berdasarkan pertimbangan polisi, demi keselamatan peserta konferensi tersebut dibatalkan. Apalagi Kepala Kepolisian Republik Indonesia memberikan perintah langsung untuk menanangani persoalan tersebut.

Baca Juga:  Guru Besar Undip Bantah Disebut Anti-NKRI: Saya Pengajar Pancasila Selama 24 Tahun

“Semua saudara saya, saya tidak menghendaki benturan,” kata Abiyoso.

“Saya melakukan ini karena sudah mendapat instruksi langsung dari Kapolri, jadi saya siap jika harus dihadapkan ke meja hijau,” tegasnya.

Polisi memediasi antara ormas dengan HTI

Polisi memediasi perwakilan ormas NU dengan HTI

Karena itu, Polrestabes Semarang mengaku siap menanggung akibat pembatalan ini.

Pihak HTI sempat mengungkapkan kalau ia dan kelompoknya sudah berusaha meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk kegiatan tersebut. Mendengar hal itu, Abiyoso dengan tegas mengatakan secara pribadi akan mengganti semua biaya yang dikeluarkan seratus persen.

“Segala kerugian materiil dari HTI akan saya ganti. Besok pagi silahkan datang ke kantor saya sambil membawa rincian biayanya,” tegasnya.

Selain itu dirinya juga siap dituntut jika dianggap sebagai penyebab kegagalan acara ini.

Baca juga: Syafii Maarif: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Penganut “Teologi Maut”

Usai mediasi, Kapolrestabes kembali menenangkan massa Banser dan mengatakan kegiatan sudah dibubarkan. Ia menegaskan memang kegiatan forum itu tidak berizin.

Baca Juga:  Polisi: Pengibar Akui Bendera yang Dibakar Milik HTI, Beli Lewat Online

“Sejak awal kami tidak berikan izin,” katanya.

Menurut dia, kegiatan HTI pada Minggu pagi sempat digagalkan dan sebagai ganti digelar pada malam hari.

“Melihat dinamika yang berubah dalam hitungan detik, saya tidak ingin Semarang ada ‘gegeran’,” katanya.

Pasukan Brimob dari Polrestabes Semarang disiagakan untuk mengamankan kondisi di depan Hotel Grasia Semarang.

Pasukan Brimob dari Polrestabes Semarang disiagakan untuk mengamankan kondisi di depan Hotel Grasia Semarang. (foto: detikcom)

HTI: ini cuma silaturahmi biasa

Sementara itu perwakilan dari HTI Jawa Tengah Ustad Irwansyah menilai berlebihan adanya larangan tersebut. Ia mengatakan, seharusnya kepolisian bisa adil.

“Padahal acara ini silaturahmi biasa, silahkan saja dilihat rundown jadwalnya tidak ada tujuan yang menyimpang,” kata Ust. Irwansyah.

Ia pun berharap masyarakat bisa melihat secara jernih permasalahan ini, jangan sampai memaksakan kehendaknya, apalagi HTI adalah bagian dari warga negara Indonesia.

Baca juga: Tegas, Polda DIY Tak Izinkan Pawai HTI di Yogya

Pasukan Brimob dari Polrestabes Semarang disiagakan untuk mengamankan kondisi di depan Hotel Grasia Semarang. (Foto: detikcom)

Pasukan Brimob dari Polrestabes Semarang melakukan pengawalan terhadap anggota HTI yang keluar dari Hotel Grasia Semarang. (Foto: detikcom)

Massa yang berjumlah sekitar 300 orang yang bergerombol diluar halaman juga melakukan pencopotan paksa spanduk-spanduk HTI. Satu batalion Brimob Polrestabes Semarang disiagakan untuk mengamankan kondisi.

Baca Juga:  Mahkamah Agung Sahkan Pembubaran HTI

Polisi melakukan pengawalan terhadap anggota HTI yang keluar hotel. Barikade yang dibentuk anggota Brimob mengawal para anggota HTI untuk menghindari benturan dengan massa ormas.

Anggota HTI pria keluar lebih dulu dengan pengawalan. Kemudian untuk yang wanita, dijaga dengan ketat hingga masuk ke dalam mobil barakuda Brimob Polda Jateng yang sudah menunggu di depan lobi.

Sebuah kendaraan taktis Brimob ditempatkan di depan hotel untuk mendukung personel yang disiagakan. Aparat keamanan tersebut menjaga ratusan anggota Bantuan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama yang datang untuk menolak kegiatan itu.