Ekonomi dan Bisnis

Investasi Aman dan Mudah di Koinworks

koinworks
Co-founder Koinworks Benedicto Haryono. (Foto: DailySocial)

Tak bisa dipungkiri, perkembangan dunia teknologi internet kini semakin menyentuh semua lini kehidupan. Termasuk kini juga soal pembiayaan. Kini ada pembiayaan yang disebut Fintech (Financial Technology) atau pembiayaan berdasarkan teknologi. Dimana teknologi pembiayaan tersebut memanfaatkan sepenuhnya keberadaa jaringan internet. Pembiayaan ini bisa diberikan kepada perseorangan maupun badan usaha. Tetapi yang paling menarik adalah pembiayaan yang diberikan kepada perseorangan atau yang kerap disebut sebagai peer to peer lending. Peer to peer lending adalah kegiatan pinjam meminjam antar perseorangan.

Tingkat Keamanan Investasi Peer to Peer Lending (P2P Lending) di Koinworks

Tentu praktisi kegiatan pinjam meminjam semacam ini, tentu sudah ada sejak lama dalam berbagai bentuk. Dan dengan berkembangnya teknologi, pinjam meminjam antar perseorangan juga bisa dialihkan ke platform online. Meski demikian, tentu berbeda dengan pinjam meminjam secara langsung yang tidak membutuhkan perantara pihak ke tiga sebagai pengawas. Pada Peer to peer lending kita membutuhkan pihak ketiga sebagai penyelenggara yang bakal mempertemukan peminjam dengan pendana. Salah satu yang ada di tanah air adalah Koinworks.com .

  1. Payung Hukum Koinworks
Baca Juga:  Tidak Lama Anies Pergi, PKL Kembali Gelar Dagangan di Trotoar Tanah Abang

Untuk mengawali seberapa amankah invertasi di koinworks, baik jadi pemodal maupun jadi peminjam. Pertama kita lihat payung hukumnya, ada atau tidak. Memang di awal-awal berdirinya tidak ada payung hukum formil kecuali hukum kebiasaan.

Tapi sejak desember tahun lalu, tepatnya pada 29 Desember 2016, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) telah diundangkan sebagai payung hukum formil kegiatan  peer to peer (P2P) lending di Indonesia. Tentu hukum formil ini bakal menjamin keamanan kamu yang tertarik terlibat dalam dunia Investasi P2P lending. Entah sebagai penyelenggara, pemodal, maupun peminjam.

  1. Syarat Jadi Penyelenggara
Baca Juga:  Raja Salman Sebut Fotografer 'Saudara Syaitan', Jokowi Terpingkal, Begini Ceritanya

Koinworks sebagai penyelenggaran peer to peer (P2P) lending di Indonesia, tidak bisa serta merta berdiri begitu saja. Sesuai dengan POJK Nomor 77/POJK.01/2016, untuk menjadi penyelenggara peer to peer (P2P) lending di Indonesia harus memenuhi beberapa persyaratan.

Diantaranya: Memiliki modal minimal 2,5 Milyar yang wajib disetor saat mengajukan permohonan perijinan, modal ini maksimal 85 persen dari modal asing, penyelenggara tidak boleh menyentuh dana sepersenpun yang mengalir antara peminjam dengan pemodal atau sebaliknya, lalu penyelenggara juga wajib memberikan laporan kepada OJK selama 3 bulan sekali. Jadi, bisa dipastikan bahwa tingkat keamanan terlibat dalam peer to peer (P2P) lending di Koinworks sangatlah aman. Entah itu sebagai pemodal maupun peminjam.

  1. Syarat Jadi Peminjam di Koinworks

Nah kamu yang tertarik untuk menjadi pemodal di Koinworks, tentu akan melihat terlebih dahulu siapa peminjam dana kamu. Tenang saja, selain kamu bisa menyeleksi sendiri kepada siapa saja dana ingin kamu pinjamkan, Koinworks juga menyelenggarakan verifikasi terlebih dahulu siapa saja yang berhak masuk menjadi peminjam dana. Jadi tidak semua orang yang daftar langsung diterima begitu saja.

Baca Juga:  Insiden Becakayu, Waskita: Bukan Tiang Pancang, Tapi Bekisting Pier Head

Untuk arah pendanaanya sendiri, Koinworks memprioritaskan modal diberikan untuk kediatan usaha atau bisnis, kegiatan kesehatan dan juga kegiatan penyelenggaraan pendidikan. Jadi dengan begitu, arah dana yang kamu berikan jelas kemana. Toh kamu juga bisa melihat identitas peminjam dana kamu melakui platform yang disediakan oleh Koinworks.