Kriminal, Teknologi

Siapa Mahendra Maskur Sinaga di Status Hoax Kebijakan Privasi?

Akhir-akhir ini pengguna media sosial sosial Facebook dihebohkan dengan status kebijakan privasi (privacy policy).

Postingan tersebut disebarkan pengguna Facebook dengan maksud mencegah pihak yang tidak bertanggung jawab tidak mengambil segala macam unggahan, mulai dari status hingga foto.

Ada hal lain yang juga menarik perhatian. Di status-status tersebut tertera nama seorang pengacara, yakni M. Mahendra Maskur Sinaga, S.H., M.H., M.H.D.

Netizen menyebarluaskan status tersebut mengaku atas rekomendasi dari Mahendra Maskur Sinaga untuk mengantisipasi pelanggaran privasi.

Disebutkan dalam status tersebut, Mahendra Maskur Sinaga adalah seseorang yang disebut-sebut sebagai Wakil Kepala Bidang Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia.

Dalam status itu, Mahendra berasumsi tentang pelanggaran privasi di sosial yang nantinya akan berujung pada tuntutan hukum.

Rekomendasi dari Mahendra Maskur Sinaga mengatakan status netizen akan ‘terlindungi’ jika mengcopy-paste status tersebut dan mengunggahnya di akun Facebook milik sendiri.

Berikut contoh status tersebut:

Buat Teman2 Sosial media,

Direkomendasi oleh Pengacara Bpk M. Mahendra Maskur Sinaga, SH.,MH.,MHD (Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut). Saya juga setuju utk antisipasi.
Pelanggaran Privasi dapat dituntut secara hukum.

Facebook saat ini adalah entitas publik. Semua pengguna FB harus membuat pernyataan seperti ini.Jika anda belum mengeluarkan pernyataan setidaknya satu kali, maka akan secara teknis bahwa anda mengizinkan penggunaan foto dan informasi di akun facebook:

Dengan ini saya menyatakan bahwa saya tidak mengijinkan siapapun untuk menggunakan foto dan informasi di akun facebook saya dan digroup facebook ini ke media apapun.

Jika ada akun atas nama saya dan atau memakai foto di group facebook ini dan menggunakannya untuk menipu orang lain, maka saya tidak bertanggung jawab baik secara moril maupun materiil.

Saya juga tidak bertanggung jawab jika ada permintaan mentransfer dana atas nama akun facebook saya dan atas nama group facebook ini.

Kiranya hal ini bukan hanya berlaku untuk akun saya, tapi juga akun teman2 yang lain.
Terima kasih.

NB: Jangan di share tapi copy paste di wall Facebook masing2.

Hoax atau Bukan

Sebenarnya, status hoax berisi kebijakan privasi seperti ini sudah pernah muncul bertahun-tahun lalu.

Menurut Snopes.com, postingan serupa juga ada sejak tahun 2009.

Pada tahun 2012 seperti dikutip dari CNN, Facebook memberikan tanggapan melalui sebuah status, bahwa kebijakan privasi yang ditulis sendiri oleh pengguna hanyalah rumor.

Pengguna diminta untuk membaca lagi term of service yang terkadang seseorang membabi buta menyepakatinya.

Terlebih, pengguna juga dapat mengatur sendiri mengenai siapa saja yang dapat mengakses foto, status, akun dan penandaan (tag).

Oleh karena itu, status kebijakan privasi itu tak akan ada gunanya karena sudah ada kesepakatan dengan Facebook.

Di Indonesia, status kebijakan privasi ini mencatut seorang pengacara yang disebut-sebut bernama M Mahendra Maskur Sinaga.

Ketika ditelusuri di Facebook, rupanya ada satu akun yang menggunakan nama tersebut.

Akun itu masih sangat baru, dengan status pertama ditulis Senin (27/3/2017).

Secara gamblang akun itu justru mengatakan bahwa status kebijakan privasi tak akan berpengaruh terhadap apapun.

Begini status akun yang mengatasnamakan Mahendra Maskur Sinaga.

Direkomendasikan oleh Saya sendiri, selaku M Mahendra Maskur Sinaga, SH, MH, MHD, Wakabid. Advokasi Lembaga Eksekutif Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Prov. Sumut. Bahwasanya:

(1) Gak ngaruh posting beginian, yang mengikat adalah Terms Of Service Facebook
(2) Rupanya saya bukan tokoh fiktif :/

(update)“.

Sejumlah netizen telah menanggapi status yang dibuat akun tersebut.

Bahkan, seseorang juga memberikan link website lembaga yang menaungi Mahendra Maskur Sinaga.

Saat dibuka, ternyata di dalamya terdapat struktur organisasi berikut nama lengkap, jabatan sekaligus foto masing-masing pengurus.

Nama Mahendra Maskur Sinaga sebagai Wakabid Advokasi juga muncul di dalamnya.

hoax

Hanya saja, foto di Facebook dan di website lembaga tersebut berbeda.

Di media sosial, postingan yang menegaskan bahwa kebijakan privasi itu adalah hoax menjadi perdebatan para netizen.

Debat sengit terjadi, terutama antara mereka yang percaya dengan yanh tidak terhadap status ini.

Salah satunya seperti yang terjadi di akun Indonesian Hoaxes.

Ribuan netizen telah menanggapi sebuah status yang menegaskan bahwa kebijakan privasi yang beredar viral itu hanya hoax belaka.

Meskipun banyak yang sepakat bila ini adalah hoax, nyatanya masih ada saja netizen yang percaya, bila status berisi kebijakan privasi tersebut akan tetap bermanfaat.