Nasional

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Diberhentikan Setelah Jadi Saksi Kasus Ahok

KH Ahmad Ishomuddin, Ahli agama Islam yang dihadirkan pihak Basuki Tjahaja Purnama dalam sidang kasus dugaan penodaan agama. (Foto: Kompas)

Jurnalindonesia.id – Ahmad Ishomuddin diberhentikan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) setelah menjadi saksi dalam persidangan kasus penodaan agama oleh terdakwa Basuki Tjahaja (Ahok) pekan ini.

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi membenarkan hal tersebut.

Meski demikian Zainut membantah pemberhentian Ishomuddin tersebut karena Ishomuddin menjadi saksi atas kasus Ahok. Zainut menegaskan, pemberhentian itu disebabkan oleh ketidakaktifan Ishomuddin dalam kepengurusan MUI. Keputusan itu diambil dalam rapat pimpinan MUI pada Selasa (21/3/2017).

“Berkaitan dengan berita tentang pemberhentian Saudara Ishomuddin dari kepengurusan MUI hal tersebut adalah benar,” ujar Zainut melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (24/3/2017).

“Pemberhentian sebagai pengurus MUI bukan semata karena menjadi saksi ahli dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, tetapi karena ketidakaktifan beliau selama menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Fatwa di MUI,” ujar Zainut.

Zainut menuturkan, MUI secara berkala melakukan evaluasi terhadap keaktifan seluruh pengurus MUI.

“Jadi bukan hanya terhadap Pak Ishomuddin semata. Kriteria ketidakaktifan itu dinilai dari kehadiran dalam rapat-rapat dan kegiatan MUI lainnya,” ujar Zainut.

Alasan lainnya, MUI menilai Ishomuddin telah bersikap indisipliner. Namun, Zainut tak menjelaskan bentuk ketidakdisiplinan yang dimaksud.

“Terhadap Pak Ishomuddin pemberhentian beliau sebagai pengurus selain karena tidak aktif juga karena melanggar disiplin organisasi,” ujar Zainut.

 

Loading...