Wisata

Wisata Unik di Makam yang Menjadi Museum Taman Prasasti

Taman Prasasti

Bagi Anda yang menyukai wisata unik dan sedikit menyeramkan, sebaiknya Anda mencoba untuk mengunjungi Museum Taman Prasasti. Museum yang satu ini sangatlah unik, karena merupakan sebuah pemakaman.

Tetapi tentu saja, pemakamannya bukanlah pemakaman biasa, melainkan pemakaman yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.

Selain usianya yang sudah sangat tua, makam ini juga menyimpan koleksi berupa prasasti, patung, pahatan dan nisan. Banyak tokoh-tokoh dari Belanda, Inggris dan Indonesia sendiri yang dimakamkan di tempat ini.

Tokoh-tokoh Yang Dimakamkan di Museum Taman Prasasti

Suasana di Museum Taman Prasasti memang tidak seperti tempat wisata lainnya. Tetapi hal itulah yang menjadi keunikan dari museum ini.

Di cagar budaya ini bisa ditemui prasasti nisan yang antik atau kuno. Ada nisan yang terbuat dari marmer, perunggu serta batu alam.

Miniatur makam tradisional dari seluruh provinsi di Indonesia juga bisa ditemui di tempat ini. Tetapi hal menarik yang hanya bisa ditemukan disini, adalah makam dari beberapa tokoh penting sejak jaman penjajahan Belanda. Tokoh-tokoh tersebut adalah:

  1. Soe Hok Gie
Baca Juga:  Ini 4 Tempat Makan yang Paling Mantap di Kawasan Tebet Jakarta

Nikolas Saputra merupakan aktor yang pernah memerankan Soe Hok Gie dalam salah satu filmnya. Gie merupakan seorang aktivis mahasiswa di masa pemerintahan Sukarno dan awal masa pemerintahan Suharto. Selain sebagai aktivis, Gie juga merupakan seorang pecinta alam yang banyak mendaki gunung-gunung tertinggi di tanah air. Hingga akhirnya Gunung Semeru menjadi tempat bagi Gie untuk menghembuskan nafas terakhirnya, di usia yang sangat muda. Setelah meninggal, Gie kemudian dimakamkan di Pemakaman Kebon Jahe-Kober yang saat ini menjadi Museum Taman Prasasti.

  1. H.R. Kohler

J.H.R. Kohler merupakan seorang Jendral Belanda yang memimpin Perang Aceh yang pertama, tahun 1873. Perang ini terjadi karena Belanda tidak ingin Kesultanan Aceh bekerja sama dengan negara ataupun pihak lain. J.H.R. Kohler telah memimpin pasukannya untuk menguasai Masjid Baiturrahman, tetapi di tempat itupun dia terbunuh. Jasadnya dimakamkan di Pemakaman Batavia, Jakarta. Tetapi kemudian mayatnya dipindahkan dan dikubur di Banda Aceh. Walaupun begitu, nisannya masih bisa ditemukan di Museum Taman Prasasti.

  1. Miss Riboet
Baca Juga:  Izinkan DWP 2017, Anies Baswedan: Saya Enggak Tahu DWP Itu Apa

Tokoh lain yang makamya bisa ditemukan di Taman Prasasti adalah Miss Riboet. Beliau adalah seorang pemain opera era 1920-an. Perkumpulan operanya sangat terkenal hingga masa Perang Dunia II. Mereka memainkan komedi Stambul yang kemudian berkembang menjadi Drama Melayu yang masih berciri komedi. Selain sebagai pemain opera, Miss Riboet juga menjadi penyanyi yang banyak menghasilkan remakam dalam bentuk piringan hitam. Lagu-lagunya berhasil menjadi trend pada masa itu.

  1. F. Roll

Sejarah Indonesia pernah mencatat berdirinya sebuah sekolah kedokteran yang bernama STOVIA. Sekolah ini menjadi tempat pendidikan bagi pribumi-pribumi yang akan menjadi dokter. Sekolah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran di Universitas Indonesia. Salah satu pendiri sekolah tersebut adalah seorang Belanda yang bernama H.F. Roll. Setelah meninggal beliau dimakamkan di Museum Taman Prasasti, yang saat itu masih menjadi pemakaman Batavia.

Baca Juga:  Tips dan Trik Mendapatkan Hotel Murah di Jakarta

Selain keempat tokoh diatas, di Taman Prasasti juga ditemukan sebuah makam misterius yang terkenal sebagai makam Kapitan Jas. Walaupun tidak jelas siapa sebenarnya pemilik makam tersebut, tetapi makam ini dipercaya mampu mendatangkan keselamatan, kemakmuran serta kesuburan. Bagi Anda yang penasaran dengan Museum Taman Prasasti, bisa mengunjunginya di daerah Jakarta Pusat. Transportasi terbaik menuju tempat ini adalah mobil carteran yang bisa disewa melalui https://docar.co.id/sewa-mobil-jakarta . Selain di DKI Jakarta, DOcar sudah melayani di Bogor, Tangerang, Bekasi.

Museum Taman Prasasti merupakan sebuah pemakaman tua di Jakarta Pusat yang menjadi cagar budaya. Di tempat ini dimakamkan banyak tokoh yang hidup sejak masa penjajahan Belanda.