Kriminal

Adik Ipar Jokowi Kembali Disebut di Sidang Kasus Suap

Country Director PT E.K Prima Ekspor Indonesia, R. Rajamohanan Nair usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (22/11/2016). Rajamohanan ditangkap KPK karena diduga melakukan penyuapan kepada Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno sebesar Rp 6 miliar. Uang tersebut diduga untuk menghilangkan kewajiban pajak PT E.K Prima Ekspor Indonesia sebesar Rp 78 miliar.

Jaksa penuntut umum KPK membuka bukti percakapan Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nonaktif Handang Soekarno dengan Kabid Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan (P2IP) Kantor Wilayah Ditjen Pajak Jakarta Khusus Kemenkeu Wahono Saputro.

Percakapan itu tertuang dalam aplikasi WhatsApp, dalam kurun waktu 10 sampai 20 Oktober 2016. Dalam obrolan dengan Wahono, Handang, yang kini berstatus tersangka penerima suap PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP), menyinggung pihak yang ‘dibantu’-nya adalah ‘titipan’ adik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berikut isi obrolan WhatsApp keduanya yang dipertontonkan lewat sebuah proyektor di Ruang Sidang Koesoemah Atmadja II Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017) :

[otw_shortcode_button href=”http://jurnalpolitik.com/2017/03/06/adik-ipar-jokowi-kembali-disebut-di-sidang-kasus-suap/” size=”large” icon_position=”left” shape=”square” target=”_blank”]BACA SELENGKAPNYA[/otw_shortcode_button]

 

Loading...