Kesehatan

Mengagumkan, 2 Jenis Bakteri Ini Bisa Mengubah Racun Jadi Emas Murni

Emas dari Bakteri
Emas dari Bakteri

Jurnalindonesia.id – Tiga tahun lalu, jurnal Nature Chemical Biology mengungkapkan fakta bahwa ada dua jenis bakteri yang dikenal bisa mengubah racun menjadi emas.

Pertama, jenis bakteri Cupriavidus metallidurans. Kemampuannya mengumpulkan emas pertama kali diketahui oleh peneliti dari University of Adelaide, Frank Reith.

Sekitar sepuluh tahun selumnya, Reith mengetahui adanya bakteri yang hidup di gumpalan emas. Ia pun penasaran bagaimana hal itu bisa terjadi.

Lewat hasil riset yang dipublikasikan di Proceeding of the National Academy of Science pada 2009, Reith mengungkap bahwa bakteri itu mengubah senyawa emas klorida yang bersifat racun menjadi emas berharga.

Baca Juga:  Kecanduan Rokok, Warga Tuntut Gudang Garam dan Djarum Rp1,4 Triliun

Senyawa emas klorida biasanya terdapat di lokasi pertambangan. Limbah itu masalah. Emas memang berharga jika dijual tetapi bersifat neurotoksik jika masuk ke tubuh manusia lewat lingkungan.

Dan jenis bakteri kedua yang bisa menghasilkan emas adalah Delftia acidovarans. Pertama kali ditemukan oleh Nathan Magarvey, ahli biokimia dari McMaster University, Kanada.

Magarvey lewat publikasinya di Nature Chemical Biology tahun 2013 mengungkapkan, bakteri D acidovarans akan membentuk lapisan nanopartikel emas di area limbah yang kaya emas klorida.

Analisis yang dilakukan kemudian mengungkapkan bahwa walaupun sama-sama menghasilkan emas, dua jenis bakteri itu mengumpulkan lewat cara yang berbeda.

Baca Juga:  Bareskrim Bongkar Peredaran Obat Palsu di Seluruh Wilayah Indonesia

C metallidurans mengumpulkan emas di dalam selnya sedangkan D acidovarans di luar selnya. Meski demikian, dua jenis bakteri itu diduga bersimbiosis untuk “membersihkan” emas dari lingkungan agar bisa hidup.

Magarvey dengan ujicoba rekayasa genetika mengungkap, dua bakteri itu memang berbakat mengumpulkan emas. Buktinya, ada gen yang bertanggung jawab untuk proses itu.

Gen itu pada D acidovarans menghasilkan zat delftibactin. Selain berguna dalam mengumpulkan emas, zat itu juga menjaga agar emas tak masuk ke dalam sel.

Reith mengatakan, kemampuan bakteri itu bisa digunakan untuk mengolah limbah pertambangan. Bakteri bisa disebar di area pengolahan limbah dan dibiarkan membersihkan serta mengumpulkan emas.

Baca Juga:  5 Cara Merawat Wajah agar Tetap Cerah di Musim Penghujan

Anda bisa saja nantinya membuat emas di kolam limbah atau di cawan laboratorium. Tapi, bukan itu yang menarik bagi Magarvey dan Reith. Keduanya lebih tertarik pada zat delftibactin dan proses menghasilkan emasnya.