Nasional

Novel FPI Menduga Pemerintah Sengaja Halangi Raja Salman untuk Bertemu Rizieq

Novel Chaidir Hasan Bamukmin
Sekjen DPD FPI Jakarta Novel Chaidir Hasan Bamukmin

Jurnalindonesia.id – Sekretaris Dewan Syuro Front Pembela Islam (FPI) DPD DKI Jakarta, Novel Chaidir Hasan Bamukmin menduga, ada pihak yang berusaha menghalangi Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud agar tidak bertemu dengan pimpinan FPI Rizieq Shihab.

“Kita gak percaya kepada pemerintahan, karena Raja Salman ini disetir untuk bagaimana tidak mempertemukan Habib Rizieq dengan Raja Salman. Kita melihat seperti itu. Kita merasa ini sangat dibatasi pertemuan tokoh-tokoh Islam yang penting dalam pergerakan di Indonesia,” kata Novel, Sabtu (4/3/2017).

Sementara di satu sisi menurut Novel, pemerintah membiarkan terdakwa kasus penistaan agama yang juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menyambut kedatangan Raja Salman di Bandara Halim Perdana Kusuma, pada Rabu (1/3/2017).

“Ini skenario yang diatur luar biasa untuk menguntungkan satu pihak dan menyayat umat Islam. Ini dimanfaatkan. Ini berbahaya. Pemerintah membatasi gerak-gerik dari ulama dan pejuang melawan penista agama,” ungkapnya.

Padahal dijelaskan Novel, Rizieq merupakan sosok ulama besar di Indonesia bahkan dunia. Hal dapat dilihat dari bagaimana pimpinan FPI itu dapat mengumpulkan berjuta-juta umat Islam dalam berbagai aksi damai. Ia juga mengungkapkan, pertemuan Rizieq dan Raja Salman merupakan harapan jutaan umat Islam.

Selain itu Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) ini menyebut, jika keduanya bertemu, maka segala persoalan bangsa yakni krisis multidimensi, akan dijelaskan secara benar dan gamblang oleh Rizieq kepada Raja Salman.

Sebelumnya, Rizieq sempat diundang untuk menyaksikan Raja Salman berpidato di gedung DPR, pada Kamis (2/3/2017). Namun Ia tak terlihat menghadiri acara tersebut.

Menurut Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir, ketidakhadiran Habib Rizieq lantaran sakit. (Baca: Rizieq Shihab Absen dalam Pidato Raja Salman di DPR)