Pendidikan

Buku Anak ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Bikin Heboh karena Dinilai Mengandung Pornografi

Aku Berani Tidur Sendiri
Sampul buku Aku Berani Tidur Sendiri

Jurnalindonesia.id – Buku anak berjudul “Aku Berani Tidur Sendiri” terbitan Tiga Serangkai menjadi perbincangan heboh di sosial media, terutama oleh para orang tua. Pasalnya, ada beberapa halaman dari salah potongan cerita di dalam buku itu yang dinilai tidak cocok untuk dibaca anak-anak.

Publik menilai isi tulisan di dalam potongan cerita tersebut mengandung konten pornografi.

Untuk saat ini, buku “Aku Berani Tidur Sendiri” sudah beredar luas di masyarakat dan sempat dijual di beberapa toko buku besar, salah satunya toko buku Gramedia.

Aku Berani Tidur Sendiri

Sampul buku Aku Berani Tidur Sendiri

Dihubungi awak media, Manager Public Relation PT Gramedia Asri Media, Rezza Patria Wibowo, menuturkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah lama menarik buku tersebut dari peredaran.

“Buku tersebut sudah kami tarik sekitar dua bulan lalu dari Gramedia seluruh Indonesia. Sekitar akhir Desember atau Januari lalu,” kata Rezza, Senin (20/2).

Sebagian konten dalam buku 'Aku Berani Tidur Sendiri' yang dinilai megandung unsur pornografi

Sebagian konten dalam buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ yang dinilai megandung unsur pornografi

Meski demikian, hingga kini Rezza belum menghubungi kembali penerbit untuk menanyakan lebih lanjut mengenai penarikan buku tersebut.

“Kami belum bisa tersambung dengan telepon kantor penerbitnya. Telepon kami dijawab mesin. Tapi kami akan coba lagi besok pagi,” ucapnya.

Baca juga: Soal Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’, Mendikbud: Kok Ada-ada Saja Buku Ini

Beberapa foto isi buku yang menyebar itu, menurut Rezza, ada dua kemungkinan dari mana sumbernya.

“Belum saya dapat info foto halaman buku yang beredar itu, kemungkinan apakah dulu sempat ada yang punya lalu tersebar? atau ini buku baru masih ada yang terselip di toko,” kata Rezza.

Aku Berani Tidur Sendiri

Sebagian konten dalam buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ yang dinilai megandung unsur pornografi

Namun dari rekan penerbit yang lain, Reza mendapat kiriman pers rilis yang disebarkan oleh penerbit Tiga Serangkai.

Chat di whatsapp dari rekan penerbit yang lain, bukan dari Tiga Serangkai langsung. Beredar rilis Tiga Serangkai akan bertanggung jawab, buku yang sudah dibeli akan ditukar dengan produk lain atau uang dikembalikan,” ujar Rezza.

Sebelum buku dari penerbit beredar di toko, menurut Rezza, pihaknya selalu melakukan pengecekan isi buku terlebih dahulu.

“Dari awal penerbit itu udah ada agreement dengan kami tidak meneribtkan buku-buku berbau SARA, porno, dan sebagainya. Semua buku, bukan hanya anak-anak saja,” kata Rezza.

Meski demikian, ada juga sebagian kalangan yang menilai isi dalam buku tersebut justru untuk mengajarkan anak soal pendidikan seksual, bukan mencontohkan hal yang tidak baik.

Sebagaimana dituturkan oleh Diana Nurwidiastuti lewat akun Facebook-nya.

Kesalahannya adalah tidak adanya label “bimbingan orang tua” di sampulnya.

Aku Berani Tidur Sendiri

Konten dalam buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’

Sampul belakang buku 'Aku Berani Tidur Sendiri'

Sampul belakang buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’

 

Loading...