Kriminal

Ini Ternyata Alasan Polisi Jemput Paksa Firza Husein di Kediamannya

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rikwanto. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jurnalindonesia.id – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rikwanto menjelaskan alasan penjemputan Firza Husein di kediamannya hari ini, Selasa (31/1). Menurut Rikwanto, tindakan ini dilakukan lantaran sudah dua kali Firza tidak memenuhi panggilan kepolisian untuk diperiksa soal dugaan makar.

“(Diperiksa) dugaan makar. Yang bersangkutan (Firza Husein) dipanggil dua kali enggak datang,” kata Rikwanto saat dikonfirmasi, Selasa (31/1).

Sebaliknya, pengacara Firza, Azis Yanuar, mengatakan bahwa kliennya baru akan mendatangi kepolisian esok untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga:  Ribuan Laskar FPI Kawal Rizieq Shihab, Munarman dan Bachtiar Nasir ke Polda Metro

“Besok jadwal pemanggilannya, namun dia dijemput paksa dari rumahnya,” kata Azis.

Oleh sebab itu, Azis mengaku sangat kecewa dengan penjemputan paksa tersebut.

Azis juga mengungkapkan kekecewaannya ketika polisi menghalangi pengacara mendampingi Firza di ruang pemeriksaan Mako Brimob.

Rumah Firza Husein di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur dijaga beberapa pria

Rumah Firza Husein di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur dijaga beberapa pria

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Firza, yang juga Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC), dijemput di kediamannya di Pinang Ranti, Jakarta Timur sekitar pukul 11.00 WIB. Dia langsung dibawa ke Mako Brimob, Kelapa Dua untuk diperiksa. (Baca: Polisi Jemput Firza Husein di Rumahnya)

Baca Juga:  Netizen Gempar Ternyata Kak Emma Teman Firza Adalah Istri Lulung, Benarkah?

Firza merupakan tersangka kasus dugaan makar yang diamankan polisi menjelang aksi 2 Desember 2016. Dia adalah Ketua yayasan SSC yang diduga mengorganisir pendanaan aksi 212. Namun, polisi menduga ada aliran dana untuk kegiatan makar.

Baca juga: Terkait Firza Husein, FPI Akan Adukan ke DPR

Terkait yayasan SSC, Firza mendapat somasi atau teguran hukum dari pengacara Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Baca Juga:  Foto-foto Firza Husein di Rutan Tersebar Disertai Ancaman Transkrip Percakapan

Tommy melayangkan somasi pertama pada 20 Desember 2016, berisi permintaan klarifikasi atas pernyataan Firza yang menyebut Tommy sebagai pemilik SSC.

Karena somasi pertama tak mendapat tanggapan, Firza mendapat somasi yang kedua kali.