Kriminal

Koalisi 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hong Kong Gugat Fahri Hamzah

Jurnalindonesia.id – Buntut pernyataan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, soal tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Buruh Migran Indonesia (BMI) Hong Kong mengeluarkan press release yang isinya menggugat pernyataan eks politikus PKS itu.

Press release yang bertanggal 24 Januari 2016 itu mengecam sejumlah pernyataan Fahri Hamzah tentang TKI yang dinilai tidak sesuai fakta.

Antara lain tentang pernyataan Fahri yang menyebut ada 1000 TKI di Hong Kong yang hamil dan menyia-nyiakan anak mereka untuk diasuh LSM di Hong Kong karena kelahirannya tidak dikehendaki.

Dan juga pernyataan Fahri yang meyebutkan bahwa 30% TKI di Hong Kong mengidap HIV/AIDS.

Selain itu, tentu saja, pernyataan terbaru Fahri lewat akun Twitternya yang menyebut TKI sebagai pengemis dan menjadi babu di negeri orang.

Baca selengkapnya di: Bantahan Pernyataan Fahri Hamzah Soal 30% TKI di Taiwan Idap HIV

Dalam Press release BMI tersebut, tertanda Koalisi 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hongkong.

Berikut Press Realease lengkap yang kami dapatkan:

Hong Kong, 24 Januari 2016

PRESS RELEASE

BMI Hong Kong Menggugat Pernyataan Fahri Hamzah!

Yang terhormat Bapak Fahri Hamzah, kami sudah tidak bisa tinggal diam lagi dengan segala pernyataan Bapak terkait Buruh Migran Indonesia (BMI) yang cenderung menjelek-jelekkan dan sangat tidak menghargai kami selama beberapa waktu belakangan ini.

Mulai dari fakta-fakta tidak valid (atau bisa kami anggap sebagai tuduhan) yang Bapak sampaikan kepada DetikNews (1/10/2016) tentang 1000 TKI di Hong Kong hamil dan menyia-nyiakan anak mereka untuk diasuh LSM di Hong Kong ataupun tuduhan bahwa 30% TKI di Hong Kong mengidap HIV/AIDS. Lalu, HARI INI (24/01/2017) kami sangat sakit hati membaca Twitter Bapak yang mengolok-olok pekerjaan kami dengan kata-kata BABU YANG MENGEMIS DI NEGERI ORANG…

Tahukah Bapak bahwa kami ini PEKERJA bukan BABU. Kami mempunyai harkat dan martabat. Kami melakukan pekerjaan yang halal dengan setiap tetesan keringat kami, bukan hasil korupsi apalagi HASIL MENGEMIS! Perjuangan yang kami lakukan disini telah memberikan penghidupan yang lebih layak bagi keluarga kami di kampung halaman, serta memberikan anak kami pendidikan dan jaminan kesehatan yang lebih baik.

Tahukah Bapak bahwa pernyataan Bapak telah merendahkan martabat dan harga diri kami, para “Pahlawan Devisa” yang menyumbangkan remitansi sebesar US$ 7,4 MILIAR atau Rp 97,5 TRILIUN untuk memutar roda perekonomian Indonesia. Menurut data LSM di Hong Kong yang kami ketahui, satu (1) orang TKI menghidupi 3-9 orang anggota keluarganya di kampung halaman. Tidakkah Bapak memikirkan hal ini sebelum
merendahkan kami?

Kami, LINGKARAN AKU CINTA INDONESIA (LACI) yang terdiri dari 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hong Kong merasa sangat keberatan dengan tindak tanduk Bapak yang melecehkan pekerjaan kami. Kami sudah tidak bisa diam lagi! Untuk itu, kami:

  1. Menuntut Bapak Fahri Hamzah untuk meminta maaf secara resmi atas pernyataan-pernyataannya yang merendahkan Buruh Migran Indonesia (BMI) dan atas penggunaan data-data tidak valid yang menuduh 1000 BMI di Hong Kong hamil dan menelantarkan anaknya serta 30% dari kami mengidap HIV/AIDS.
  2. Mendorong MKD DPR RI untuk mengevaluasi kinerja Fahri Hamzah dan mempertimbangkan pencopotan yang bersangkutan dari anggota DPR RI.

Salam!

LINGKARAN AKU CINTA INDONESIA

(Koalisi 55 Organisasi Buruh Migran Indonesia di Hong Kong)

Silahkan Menghubungi juru bicara LACI untuk informasi dan wawancara jika diperlukan:

Nur Halimah, Ketua I LACI (Hp. +852 9344 6745) atau
Mul Laely, Ketua II LACI (Hp. +852 5595 9380)Hong Kong, 24 Januari 2016

Press Realease koalisi 55 Organisasi Buruh Migran di Hong Kong

Press Realease koalisi 55 Organisasi Buruh Migran di Hong Kong

Polemik Cuitan Fahri

Sebagaimana diketahui, Fahri Hamzah dikecam atas pernyataannya lewat akun Twitter-nya, @Fahrihamzah, yang dianggap merendahkan martabat TKI di luar negeri.

“Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela,” tulis Fahri.

fahri

Sontak, cuitan tersebut menuai kritikan dari segala penjuru, bukan hanya netizen, namun sejumlah aktivis sosial kemasyarakatan, aktivis TKI dan TKI sendiri pun dibuat geram olehnya.

Lantaran menuai kontroversi, cuitan tersebut akhirnya dihapus oleh Fahri.

Kepada awak media, Fahri mengungkapkan alasan dihapusnya cuitan kontroversial tersebut.

“Saya menghapus supaya enggak salah paham. Karena memang terminologi itu mengganggu di kupingnya. Padahal saya enggak maksud ke arah sana, tapi enggak apa-apa. Sosmed kan gitu. Enggak ada masalah,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

 

Baca Juga:  Terinspirasi Kasus Jessica, Pimpinan Padepokan Satrio Habisi 2 Muridnya dengan Kopi Bersianida