Kriminal

Kapolda Jabar: 99 Persen Rizieq Shihab Akan Jadi Tersangka

Anton Charliyan
Anton Charliyan

Jurnalindonesia.id – Tercatat, dua kali gelar perkara dilakukan tim penyidik Polda Jawa Barat dalam kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara Pancasila yang melibatkan Rizieq Shihab sebagai terlapor.

Namun hingga kini, pihak berwenang belum memutuskan penetapan tersangka terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) itu.

Pekan depan, tim penyidik berencana kembali melakukan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka pada kasus ini.

Dari dua gelar perkara sebelumnya dengan menghadirkan empat alat bukti ditambah hasil pendalaman penyidikan kasus terkini, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan mengungkapkan, potensi terlapor menjadi tersangka sangat besar.

Baca Juga:  GNPF-U Sebut Rizieq Dicegat ke Luar dan Pernah Diinterogasi 5 Jam diArab Saudi

“Kemungkinan besar akan menjadi tersangka. Sekarang sudah 99 persen, tinggal 1 persen lagi,” kata Anton di Gedung PTIK, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

“Karena kami tidak ingin menetapkan seseorang sebagai tersangka hanya berdasarkan subyektivitas. Tapi, berdasarkan bukti-bukti hukum yang otentik, baik materil maupun formil,” katanya.

Kapan penetapan tersangka kasus tersebut dilakukan?

“Secepat mungkin,” jawab Anton.

Menurut Anton, penyidik saat ini tinggal mencari keterkaitan bukti satu dengan bukti yang lain yang lebih kuat, dan juga penyidik masih memerlukan pendalaman untuk mengkonstruksikan fakta hukum peristiwa pidana tersebut.

Hal tersebut untuk menguatkan pembuktian jaksa di pengadilan.

Baca Juga:  Habib Rizieq: Jokowi Kalau Gentleman Sebut Parpol dan Aktor Politik yang Mana?

Ini dilakukan mengingat masih ada perbedaan pendapat dari tim penyidik perihal konstruksi fakta hukum peristiwa pidana pada gelar perkara sebelumnya.

Ia menambahkan, Rizieq Shihab sendiri saat pemeriksan sebelumnya masih terus mengelak perihal ucapan penghinaan Pancasilan yang disampaikannya saat ceramah di depan Gedung Sate, Bandung, Jabar, enam tahun lalu. (Baca: Rizieq Sangkal Orang Dalam Rekaman Video Ceramah tentang Pancasila adalah Dirinya)

Kasus dugaan penghinaan lambang dan dasar negara, Pancasila, dengan terlapor Rizieq Shihab ini dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Rizieq dilaporkan telah melanggar Pasal 154a KUHP tentang penodaan terhadap lambang negara dan Pasal 320 KUHP.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Sebut Demonstrasi 212 sebagai Aksi Orang Putus Harapan

Menurut Sukmawati, dari rekaman video diketahui Habib Rizieq yang juga merupakan Imam Besar FPI itu menyatakan ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di Kepala’. (Baca: Sukmawati Soekarnoputri: Emangnya Rizieq Sudah Ngasih Apa ke Bangsa Ini?)