Nasional

Spanduk Larangan Wayang Kulit Lantaran Dinilai Tak Sesuai Islam Beredar di Jakpus

Spanduk pelarangan wayang yang beredar di Twitter
Spanduk pelarangan wayang yang beredar di Twitter

Jurnalindonesia.id – Spanduk berisi larangan pertunjukan wayang kulit dengan alasan tidak sesuai dengan syariat Islam heboh di media sosial Twitter.

Dalam spanduk tersebut bertuliskan “pemutaran wayang kulit bukan syaraiat islam”.

Ada juga spanduk lain dengan tulisan: “menolak dengan keras pemutaran wayang kulit, aliansi masyarakat muslim se Jakarta pusat”.

Salah satu netizen yang juga mengunggah foto spanduk tersebut adalah akun pendiri Tempo, Goenawan Mohamad, @gm_gm. Dalam keterangan foto, Mas Goen — sapaan akrab Goenawan Mohamad — menuliskan bahwa spanduk tersebut terpasang di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

“Spanduk di Cempaka Putih, Jakarta. Wayang kulit dilarang. (Menurut orang2 yg tahu, syiar Islam di Jawa dgn wayang),” tulis GM.

Selain itu, GM juga mengunggah foto spanduk yang lain.

“Ini spanduk yang lain. Di Cempaka Putih, Jakarta. Pencinta wayang, siap2 pindah…” tulis GM.

Penulis buku sastra Okky Madasari pun terkejut mengetahui informasi tersebut.

“Ini serius ada spanduk2 seperti ini di Jkt? Om saya seorang dalang. Spanduk ini selain merusak akal sehat juga merusak hidup orang,” tulis @okkymadasari.

Saat ini, topik tentang wayang kulit ramai makin diperbincangkan di Twitter, bahkan menjadi trending topic di zona Indonesia.

Umumnya, netizen mengecam isi spanduk tersebut.

Bahkan, Hidayat Nur Wahid pun akhirnya angkat bicara soal spanduk larangan wayang tersebut.

Lewat akun Twitter @hnurwahid, Wakil Ketua MPR RI 2014-2019 itu menuliskan: “Saya penikmat pagelaran wayang. Monggo para pandemen wayang, sama2 kita nonton wayang di DPP PKS, Sabtu (28/1). Abaikan spanduk2 aneh itu.”

 

Loading...