Kriminal

Pengamat Politik Ini Yakin Jika Jadi Tersangka, Rizieq Bakal Tamat

Habib Rizieq datang ke Komisi III DPR, Selasa 17/1. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Jurnalindonesia.id – Pengamat politik Islam, Zuhairi Misrawi, mengharapkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab bisa segera ditetapkan sebagai tersangka. Status tersangka Rizieq itu, kata Zuhari, bisa menjadi hadiah bagi demokrasi di Indonesia. “Sekarang di Twitter sudah ramai trending topic, ‘Rizieq end’. Tamat. Mudah-mudahan ini menjadi jalan menuju demokrasi,” kata Zuhairi dalam diskusi publik tentang “Persidangan Basuki Tjahaja Purnama” di Jalan Lembang, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Januari 2017.

Baca Juga:  FPI Akui Rizieq Diperiksa Polisi Arab Saudi, Terkait Pemasangan BenderaTauhid?

Saat ini, Rizieq tengah menghadapi laporan dari sejumlah pihak.  Diantaranya dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Organisasi mahasiswa itu menuduh Rizieq telah melecehkan umat Kristen dalam sebuah ceramahnya yang  ditayangkan di  situs YouTube.

Rizieq juga dilaporkan oleh Sukmawati Sukarnoputri karena dianggap menghina Sukarno dan Pancasila. Rizieq pun dilaporkan atas pernyataannya tentang uang kertas baru yang dikeluarkan Bank Indonesia mengandung logo partai mkomunis, palu dan arit.

Baca Juga:  FPI Minta TNI dan Polri Turun ke Palestina, Bila Tidak Umat yang Akan Turun

Kasus terbaru, Kepolisian Daerah Metro Jaya kini berniat menyidik kasus ujaran kebencian yang dilontarkan petinggi FPI itu, setelah menyebut Kapolda Metro Jaya Mochamad Iriawan sebagai kapolda berotak hansip.

Baca: Minta Ada Mediasi dan Kekeluargaan, Rizieq: Janganlah Kita Saling Lapor

Zuhairi mengatakan, pernyataan-pernyataan Rizieq itu bisa membahayakan kebhinekaan yang menjadi kunci demokrasi di Indonesia. “Tujuan demokrasi adalah menjaga kedamaian,” katanya.

Baca Juga:  Sandiaga Uno Digugat Dirut PDAM Sumatera Utara

Hingga saat ini Rizieq belum bisa dihubungi untuk dimintai tanggapan atas pernyataan Zuhairi itu. Telepon genggam Rizieq tidak aktif.

 

FRISKI RIANA/TEMPO