Kriminal

Habib Rizieq: Puluhan Pasal hingga Pasal Kalang Kabut Dibuat untuk Tangkap Saya

Massa FPI demo ke Mabes Polri
Massa FPI demo ke Mabes Polri (Dian Rosmala/suara.com)

Jurnalindonesia.id – Di depan para pendukungnya di Masjid Al-Azhar, sebelum aksi long march ke Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/1), pimpinan tertinggi ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menuturkan bahwa segala cara telah dilakukan sejumlah pihak untuk menangkap dan memenjarakan dirinya.

“Puluhan pasal sudah dibuat untuk menjerat saya. Enggak bisa pasal ini, pakai pasal itu. Enggak bisa pasal itu, pakai pasal ini. Enggak bisa juga, pakai pasal kalang kabut. Segala cara sekarang dilakukan untuk menangkap Habib Rizieq, ” kata Rizieq di dalam Masjid Al-Azhar.

Rizieq dan massa FPI kemudian bergerak menuju Mabes Polri. Mereka menuntut agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan.

FPI menuduh Anton telah membiarkan organisasi masyarakt Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menyerang dan memukuli anggota mereka di Bandung, pekan lalu. Massa FPI juga akan menuntut kepolisian secepatnya mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap aktor intelektual yang berada di balik bentrokan.

Baca: FPI Demo ke Polri, Kapolda Jabar: Lebay

Hingga saat ini, terdapat sekitar enam laporan dugaan pidana yang dilakukan Rizieq dan dibagi dalam tiga kasus. Lima dilaporkan ke Polda Metro Jaya, dan satu ditangani oleh Polda Jawa Barat.

1. Solidaritas Merah Putih dan Jaringan Muda Anti Fitnah (JIMAF) melaporkan Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyebaran ujaran kebencian yang menyinggung SARA.

Hal itu tertuang di ceramah Rizieq dalam video berdurasi 13 menit yang diunggah oleh akun resmi FPI TV ke media sosial. Dalam video itu, Rizieq menyinggung soal mata uang berlogo ‘palu-arit’ dan mempertanyakan Presiden Joko Widodo sebagai seorang komunis.

Baca: Rizieq Ngotot Soal Lambang Palu Arit di Rupiah, Petinggi BI: Sudah Keras, Salah Pula

2. Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Student Peace Institute melaporkan Rizieq terkait ceramahnya di Pondok Kepala, Jakarta. Dalam ceramah itu, Rizieq mengatakan, “Kalau Tuhan beranak, terus bidannya siapa?”.

3. Ketua Umum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme Sukmawati Soekarnoputri melaporkan Rizieq atas dugaan penodaan terhadap lambang dan dasar negara. Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyatakan ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala’, sebagaimana terekam dalam video yang diunggah di YouTube. (Baca: Kasus Penodaan Pancasila, Kapolda Jabar Sebut Habib Rizieq Segera Jadi Tersangka)

Baca juga: Habib Rizieq: Kapolda Metro Mesti Dididik Lagi

(rel/gil/CNN Indonesia)

 

Loading...