Nasional

[Video] Saat Ahok Baca Puisi Karya Gus Mus Diiringi Gitar

ahok baca puisi
Ahok baca puisi di acara diskusi "Kumpul Masyarakat Kreatif, Digital, dan Perfilman" di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/2017) malam.

Jurnalindonesia.id – Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri acara “Kumpul Masyarakat Kreatif, Digital, dan Perfilman” di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1/2017) malam.

Dalam acara tersebut, Di atas sebuah panggung berukuran kurang lebih 10 x 5 meter, Ahok membacakan sebuah puisi berjudul “Negeriku” karya tokoh Nahdlatul Ulama, Ahmad Mustofa Bisri.

‘Negeriku’ menjadi judul puisi yang dipilih Ahok untuk ditampilkan di depan para pengunjung acara.

Sebelum membacakan puisi tersebut, Ahok bercerita bahwa dia tidak mengenal pria yang akrab disapa Gus Mus itu. Namun, mereka pernah bertemu dalam acara Gus Dur Awards.

“Saya tidak kenal Gus Mus. Hanya pernah ketemu beliau, ketika kami tahun lalu sama-sama menerima Gus Dur Awards,” ujar Ahok.

Baca Juga:  Lebaran Betawi Jadi Ajang Politik Anti Ahok

Ahok kemudian membacakan puisi tersebut diiringi musik gitar. Dia memegang secarik kertas di tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang mikrofon.

Inilah puisi Negeriku karya Gus Mus yang dibawakan Ahok:

Negeriku

Mana ada negeri sesubur negeriku
Sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu dan jagung tapi juga pabrik, tempat rekreasi dan gedung
Perabot-perabot orang kaya di dunia dan burung – burung indah piaraan mereka berasal dari hutanku
Ikan-ikan pilihan yang mereka santap bermula dari lautku
Emas dan perak, perhiasan mereka digali dari tambangku
Air bersih yang mereka minum bersumber dari keringatku

Mana ada negeri sekaya negeriku
Majikan-majikan bangsaku memiliki buruh–buruh mancanegara
Brangkas-brangkas Bank ternama dimana-mana menyimpan harta-hartaku
Negriku menumbuhkan konglomera dan mengikis habis kaum melarat
Rata-rata pemimpin negriku dan handai tolannya terkaya didunia

Mana ada negeri semakmur negeriku
penganggur-penganggur diberi perumahan, gaji dan pensiunan setiap bulan
Rakyat-rakyat kecil menyumbang negara tanpa imbalan
Rampok-rampok di beri rekomendasi, dengan kop sakti instansi
Maling-maling di beri konsensi
Tikus dan kucing dengan asik berkorupsi

Lihat penampilan Ahok saat membacakan puisi lewat video berikut:

Usai pembacaan puisi, Ahok menuturkan bahwa dia sendiri yang memilih puisi tersebut untuk dibacanya. Dia menyebut menyukai puisi-puisi karya Gus Mus.

“Aku suka, Gus Mus ini kritik sosial ya, kalau dalam lagu kayak lagu Iwan Fals. Aku suka kalau Gus Mus puisi,” kata Ahok.

Ahok senang melihat Gus Mus membacakan puisi. Dia mengaku tidak bisa menirunya. Bagi Ahok, puisi harus dibaca menggunakan hati nurani.

“Kalau puisi itu kan harus kita bicara buat kita. Kalau kita enggak bicara buat kita, itu puisi cuma bacaan, enggak ada ruhnya,” ucap Ahok.

Namun, jika puisi itu dibacakan dengan hati nurani, audiens yang mendengarnya pun akan merasakan ruh puisi tersebut.

“Kalau udah keluar dari hati nurani kita, jadi yang mendengar pun bisa merasakan ada ruhnya, itu puisi,” tutur dia.