Kriminal

Dianggap Tidak Kooperatif, Habib Rizieq Sebut Kapolda Jabar Bohong

Rizieq Shibab
Rizieq Shibab di Bareskrim Jakarta, Kamis (3/11). (Foto: CNN Indonesia)

Jurnalindonesia.id – Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan menyebut, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq kurang kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Salah satu bentuk tidak kooperatifnya Rizieq adalah dia tidak pernah mengakui pernyataannya di video tersebut.

“Yang bersangkutan kurang kooperatif dalam pemeriksaan. Dia menyatakan bahwa saya kalau ceramah itu satu jam, sedangkan yang kita perlihatkan 2-3 menit. Kan yang intinya saja, tidak mungkin yang satu jam. Yang bersangkutan mengatakan tidak pernah melakukan hal tersebut, dan mungkin saja ini gambar video editan,” kata Anton di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1).

Dalam hal ketidak-kooperatif-an tersebut, pihak Habib Rizieq kemudian membantahnya. Pihak Rizieq mengatakan bahwa usai pemeriksaan para Penyidik mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Habib Rizieq dan pihak kepolisian minta agar disampaikan kepada umat bahwa Habib Rizieq saat pemeriksaan diperlakukan baik oleh penyidik. Dan itu dilakukan oleh Habib Rizieq.

Penganiayaan Anggota FPI

Selain itu pihak Habib Rizieq juga menanggapi soal tidak adanya penganiayaan terhadap anggota FPI. Pihak Rizieq menyatakan, bukti foto dan video sweeping serta penganiayaan Ulama dan Santri oleh Preman GMBI peliharaan Kapolda Jabar yang dikerahkannya sudah VIRAL di Medsos. Dan para korban pun masih dirawat di RS, bahkan ada yang dioperasi.

Baca Juga:  Dimas Kanjeng Memiliki 3 Bungker di Bawah Padepokan Berisi Tumpukan Uang

Sebelumnya diberitakan, beberapa anggota FPI dipukuli anggota ormas di halaman rumah makan Ampera, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Kamis kemarin (12/1). Kejadian berlangsung setelah massa FPI bubar dari Mapolda Jabar saat mengawal pemeriksaan Habib Rizieq Shihab berkaitan perkara dugaan penodaan Pancasila.

Atas kejadian tersebut Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengatakan bahwa keributan di rumah makan Ampera itu tidak melibatkan ormas GMBI, melainkan ormas lain.

“Jadi ada salah satu anggota ormas, tapi bukan GMBI, yang dipukuli dan dibacok anggota FPI. Ada dua orang korban. Lalu ormas yang bukan GMBI itu akhirnya mencari (anggota FPI),” ucap Anton di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (13/1/2017).

Insiden itu dipicu salah satu anggota organisasi masyarakat (ormas) yang dianiaya oknum anggota FPI. Ormas yang belum diketahui identitasnya tersebut, sambung Anton, melihat anggota FPI berada di rumah makan Ampera.

“Akhirnya terjadi keributan di Ampera. Hanya gelut (berkelahi) begitu saja. Enggak ada penusukan. Tidak ada satupun santri menjadi korban penusukan, apalagi dibunuh. Jadi ini harus diluruskan,” tutur Anton.

Baca Juga:  Rizieq Shihab Terus Lobi DPR untuk Bisa Bertemu Raja Salman

“Jadi tidak ada anggota GMBI yang melakukan kekerasan atau terlibat keributan dengan mereka,” ucap jenderal polisi bintang dua tersebut menegaskan.

Habib Rizieq akan jadi tersangka

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan juga sebelumnya mengungkapkan bahwa ada kemungkinan dalam waktu dekat status penyelidikan ke penyidikan dalam kasus dugaan penodaan simbol negara, Pancasila, yang melibatkan Habib Rizieq.

“Kita sedang lebih melengkapi bukti-bukti lain, dan dalam waktu dekat bersangkutan akan dijadikan tersangka,” kata Anton di Mapolda Jabar, Jumat (13/1).

Atas pernyataan tersebut, pihak Rizieq melayangkan protesnya. Mereka menyatakan, tugas polisi adalah memeriksa dan menilai baru memutuskan terlapor apakah jadi tersangka atau tidak sesuai UU, bukan merencanakan dan merekayasa agar terlapor jadi tersangka. Andai pun benar Habib Rizieq jadi tersangka, ada prosedur pemberitahun sesuai UU, dan tidak boleh dipublikasikan sebelum waktunya. Itu artinya Kapolda Jabar membocorkan RAHASIA NEGARA.

Berikut bantahan lengkap pihak Habib Rizieq yang diunggah lewat situsnya habibrizieq.co berjudul Siaran Pers Bohong Kapolda Jabar:

1. Habib Rizieq tidak koperatif.

Padahal, Para Penyidik usai pemeriksaan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Habib Rizieq saat pemeriksaan dan mereka minta agar disampaikan kepada umat bahwa Habib Rizieq saat pemeriksaan diperlakukan baik oleh penyidik. Dan itu dilakukan oleh Habib Rizieq.

Baca Juga:  Soal Kasus Dugaan Penistaan Pancasila, Rizieq Minta Sukmawati Cabut Laporan dan Minta Maaf


2. Tidak ada penganiayaan terhadap Umat Islam pendukung Habib Rizieq.

Padahal, bukti foto dan video sweeping serta penganiayaan Ulama dan Santri oleh Preman GMBI peliharaan Kapolda Jabar yang dikerahkannya sudah VIRAL di Medsos. Dan para korban pun masih dirawat di RS, bahkan ada yang dioperasi.

3. Habib Rizieq akan jadi tersangka.

Padahal, tugas polisi memeriksa dan menilai baru memutuskan terlapor apakah jadi tersangka atau tidak sesuai UU, bukan merencanakan dan merekayasa agar terlapor jadi tersangka. Andai pun benar Habib Rizieq jadi tersangka, ada prosedur pemberitahun sesuai UU, dan tidak boleh dipublikasikan sebelum waktunya. Itu artinya Kapolda Jabar membocorkan RAHASIA NEGARA.

rizieq