Kriminal

Aksi Sweeping oleh Massa Berjubah Terjadi di Restoran di Solo, Korban Dilarikan ke RS

Social Kitchen pascadisweeping (Istimewa)

Jurnalindonesia.id – Sekelompok massa melakukan aksi sweeping disertai dengan perusakan di Restoran Social Kitchen Solo pada Minggu (18/12/2016) pukul 01.45-02.35 WIB. Mereka yang datang dengan jubah putih tersebut mengaku dari organisasi Laskar Umat Islam Solo (LUIS).

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan awak media Solo, aksi sweeping tersebut diikuti diikuti oleh sekitar 90 an orang dengan mengendarai 45 sepeda motor. Saat itu Social Kitchen yang berada di sekitar Monumen Banjarsari sedang ramai oleh pengunjung yang berjumlah sekitar 150 an orang di mana mereka tengah menikmati makanan dan minuman dengan iringan alunan musik.

Dalam informasi yang beredar juga disebutkan, anggota LUIS datang membawa pentungan. Mereka langsung masuk dan merusak beberapa barang di dalamnya. Bahkan, mereka juga melakukan aksi pemukulan terhadap pengunjung restoran.
Beberapa pengunjung sempat dibawa ke rumah sakit lantaran terluka. Dan ada juga kerusakan barang yang dialami.

Baca Juga:  Kapolres Sragen Bentak Ketua FPI yang Akan Lakukan Sweeping

Selain melakukan aksi sweeping, massa juga memasangi pamflet.

Kepala Kepolisian Sektor Banjarsari, Komisaris I Komang Sarjana mengakui adanya peristiwa itu. Namun, dia menolak berkomentar lantaran kasusnya langsung ditangani oleh Polda Jawa Tengah.

“Keterangan langsung saja ke humas Polda Jawa Tengah,” katanya, Senin, 19 Desember 2016.

Bantahan LUIS

Sementara itu dari pihak Laskar Umat Islam Solo (LUIS) membantah apa yang mereka lakukan tersebut sebagai sweeping. Pihaknya mengaku datang cuma untuk menyodorkan surat permohonan penutupan Social Kichen karena dugaan penyalahgunaan izin.

Baca Juga:  Diduga Sebar Fitnah soal Panglima TNI, Dokter Berusia 51 tahun Diringkus Bareskrim

Juru bicara LUIS, Endro Sudarsono, mengakui dirinya ada di lokasi pada saat kejadian. Tapi, dia membantah terlibat dalam aksi perusakan itu.

“Saat itu dari LUIS ada delapan orang mengendarai satu mobil,” katanya. Kedatangan mereka untuk memberikan surat permintaan audensi dengan manajemen restoran.

Menurut Endro, LUIS mendapat beberapa aduan dari masyarakat mengenai aktivitas restoran tersebut. “Selain menjual minuman keras, mereka juga melanggar jam buka,” katanya.

Endro menyebut bahwa LUIS berupaya menjalin komunikasi dengan pihak restoran secara formal. “Kami menyerahkan surat permintaan untuk audensi,” katanya. Sebelumnya, mereka pernah melakukan hal yang sama terkait kasus lain di restoran itu.

Saat sedang berada di dalam, lanjut Endro, puluhan orang tidak dikenal tiba-tiba masuk ke dalam restoran dan melakukan aksi perusakan. “Kami memilih mundur dan keluar dari restoran,” katanya.

Baca Juga:  Insiden Penembakan di Lubuklinggau, Duh...Ternyata Polisi Menembak Setelah Mobil Itu Berhenti

Endro menegaskan bahwa dia tidak bisa mengidentifikasi massa berjubah yang melakukan aksi tersebut. “Mereka semua menggunakan helm,” katanya.

Sayangnya, Manajer Social Kitchen, Junaidi belum bisa dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. “Sedang tidak ada di tempat,” kata salah satu petugas keamanan restoran yang enggan menyebutkan namanya.