Nasional

Beredar Hoax Surat Edaran yang Wajibkan PNS Ikut Aksi 412, Ini Perbedaannya

Jurnalindonesia.id – Beberapa hari ini beredar di media sosial surat dari berbagai instansi pemerintah yang isinya mewajibkan seluruh pegawai negeri sipil (PNS) beserta keluarga untuk turun dalam Parade Bhinneka Tunggal Ika. Salah satu suratnya dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Surat berkop Kemensos yang menjadi viral di dunia maya itu berisi arahan kepada pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos. Surat ditandatangani oleh Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazzaruddin.

Baca Juga:  Meninggal Usai Ikut Reuni 212, Imam FPI Sebut Mati Syahid

Isi surat bertanggal 2 Desember 2016 yang beredar itu berupa pemberitahuan wajib kepada seluruh pegawai Kemensos untuk turun dalam aksi yang akan digelar di lokasi Car Free Day (CFD) di area Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Tak hanya mewajibkan pegawainya untuk datang, surat tersebut juga menyebutkan bahwa seluruh pegawai harus membawa serta keluarga mereka dalam aksi itu.

Berikut tampilan foto surat edaran asli dan yang dipalsukan:

surat-mensos

Surat dari Kemensos yang diedit sedemikian rupa

Tanggapan Kemensos

Soal beredarnya surat editan tersebut, Sekretaris Ditjen Pemberdayaan Sosial, Pepen Nazzaruddin sendiri mengaku tidak pernah mengeluarkan surat edaran bagi pegawai untuk ikut aksi.

Baca Juga:  Undangan Aksi "Parade Bhineka Tunggal Ika" Catut Nama Artis dan Tokoh

“Tidak pernah ada ajakan untuk ikut aksi,” ungkap Pepen saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (3/12/2016).

Pihak Kemensos membantah surat yang beredar itu. Dalam surat itu disebutkan titik kumpul pegawai Kemensos untuk mengikuti aksi berada di halaman depan KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

“Itu surat ada yang edit alias bukan surat asli,” ungkap Pepen.

Baca Juga:  Polisi Temukan 1.400 Butir Peluru, Sabu dan 28 Buku Tabungan di Rumah Gatot Brajamusti