DKI Jakarta, Nasional

Soal Pelayanan PNS Memburuk Setelah Ahok Cuti, Ini Tanggapan Warga

pns dki
Foto: Dennis Destryawan/Tribunnews.com

Jurnalindonesia.id – Beberapa hari lalu seorang warga Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan bernama Supriyati Ningsih, mengungkapkan bahwa ia merasa ada perubahan pelayanan setelah Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memasuki masa cuti kampanye jelang Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 2017.

Supriyati bercerita, dua kali ia berurusan dengan birokrat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Yang pertama, saat Ahok belum cuti. Supriyati hendak mengurus kartu keluarga lantaran pindah dari Tangerang ke Tanah Kusir.

Proses pengurusan KK, menurutnya, tak rumit dan cepat.

Namun berbeda saat dia hendak mengurusi akte kelahiran anaknya.

Saat datang ke Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan di Radio Dalam Supriyati kaget. Ada 15 warga lainnya, yang tengah menunggu, tapi baru satu dari enam pegawai yang melayani di sana, sekitar pukul 08.00.

“Cuma satu orang. Pegawai yang baru datang juga tidak terlihat buru-buru, tapi santai-santai. Beda waktu dikelurahan (mengurus KK). Datang setengah delapan, itu sudah penuh pegawai dan melayani semangat. Bahkan, Lurahnya juga turun menyapa kami,” ucap Supriyati saat dihubungi, Selasa (29/11/2016).

“Pas saya pergi dari situ, jam setengah sembilan, baru ada tiga orang yang melayani,” kata Supriyati.

Setelah menunggu cukup lama, dirinya tak dilayani, hingga akhirnya berinisiatif untuk menerobos ruangan di Sudin Kependudukan Jaksel.

Setelahnya, Supriyati harus datang tiga kali untuk mengurus akte anak yang hilang.

Namun bukan ternyata hal tersebut tidak hanya dialami Supriyati. Beberapa netizen juga menyampaikan hal serupa soal perbedaan kerja dan pelayanan pasca Ahok cuti.

Lewat kolom komentar berita berjudul: Ahok Cuti, Mau Urus Akte Anak di Kantor Sudin Penduduk Jaksel Petugas Sepi, ada netizen yang kemudian menceritakan kisahnya, ada juga yang menyampaikan kritikan pada Plt Gubernur Soni Sumarsono.

“Pengalaman yg sama. Waktu urus perekaman e-ktp bulan ini,petugas2 kebersihan yg biasanya ada di TKP tugas (hehe..) malah pd ngumpul2 gak jelas di kantor kelurahan padahal jam 10 pagi.”

“Beda suasana setahun yg lalu,gak ada para petugas2 pd ngumpul2,ngerokok2,ketawa-ketiwi.”

“Pas ke mangga dua minggu kemarin,sungai sepanjang gunung sahari dah lumayan ada sampah,pdhl dulu q pesimis tuh sungai bisa beres,bahkan mustahil bau nya hilang.”

“Tiga bulan yg lalu tuh sungai bersih dan tak bau. Sekarang sudah mengarah ke kotor…..dilematis sekali jakarta tanpa Ahok.” Tulis di akun Facebook dengan nama Nauli Hutagalung.

Netizen lain pun berkomentar yang isinya masukan untuk Plt Gubernur DKI Jakarta, Soni Sumarsono.

“Tuuuh pak PLT Soni…..Jgn TPSS aja ….Tebar Pesona Sana Sini apalagi otak atik budget…..layanin masyarakat dong bkn aji mumpung,” komentar Jennifer Brown.

“hahahahaha….selamat untuk warga DKI…., nasibmu ada dipilihanmu sendiri.” imbuh Djalal Iskalil.

“Warga dki ntar kalau pilih selain ahok …nyesek ntar,” tambah Arief Setiyawan.

“Benar-benar beda yah….. heran.” Sebut Linto Marpaung.

“DKI ingin pemimpin TEGAS tapi SANTUN. Terserah,” tulis Yudha Adr.

Masih banyak komentar-komentar lainnya dengan pemikiran yang senada.

Beberapa berharap Plt Gubernur DKI bisa lebih tegas dan berikan sanksi tegas.

Loading...