Nasional

Gus Mus: Apa Hukumnya Uang Hasil Sertifikasi Halal?

Gus Mus
Gus Mus

Jurnalindonesia.id – Lewat akun Facebook- pribadinya KH. Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mempertanyakan tentang peran Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sertifikasi halal.

Hal tersebut Gus Mus ungkapkan terkait banyaknya kontroversi yang dikeluarkan MUI soal sertifikasi halal. Padahal, menurut pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang itu, dalam kaidah fiqih jelas disebutkan bahwa “pada dasarnya segala sesuatu mubah sampai ada dalil yang mengharamkan.”

Gus Mus kemudian mencontohkan tiga produk yang dilabeli halal oleh MUI, yakni jilbab, makanan kucing dan telur ayam.

Untuk yang pertama dan terakhir, sudah pasti kehalalan produknya, terlebih kehalalan telur yang berasal dari ayam, katanya.

Sementara contoh yang kedua, makanan kucing, seharusnya tidak perlu lagi dipertanyakan “kehalalannya”, sebab makanan itu untuk kucing dan bukan untuk dimakan orang.

Lebih jauh, Gus Mus berpendapat, sebelum memberikan sertifikasi halal atas produk di atas, MUI perlu mengeluarkan sedikitnya tiga fatwa. Pertama, fatwa tentang hukum sertifikasi halal itu sendiri. Kedua, hukum uang dari hasil sertifikasi halal. Ketiga, fatwa tentang siapa yang sejatinya berwenang mengeluarkan sertifikasi halal di Indonesia. Nah, bisakah MUI menjawab tantangan itu?