Nasional

Undangan Aksi “Parade Bhineka Tunggal Ika” Catut Nama Artis dan Tokoh

parade bhineka tunggal ika

Jurnalindonesia.id – Pada Sabtu (12/11), beredar viral di media sosial undangan yang berisi ajakan untuk menggelar aksi ‘Parade Bhineka Tunggal Ika’. Aksi tersebut rencananya akan digelar pada 19 November 2016 mendatang yang bertempat di Parkir Timur Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Dalam undangan tersebut, tercantum juga nama Ketua Panitia Parade, yakni Tsamara Amany Alatas, yang merupakan pendukung Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Aksi ini menargetkan akan diikuti oleh 100 ribu massa. Selain itu, sejumlah tokoh juga disebut akan ikut dalam aksi tersebut diantaranya Buya Syafii Maarif, Gus Mus, Said Agil Siradj, Haedar Nashir. Tak cuma itu, aksi tersebut juga akan diramaikan dengan artis dan budayawan diantaranya Iwan Fals, Slank, hingga Cherry Belle.

Selain tokoh nasional, artis dan budayawan, sejumlah organisasi massa dan lembaga seperti LBH Jakarta dan Banser GP Anshor juga terlibat dalam aksi tersebut.

Namun kemudian Tsamara Amany yang disebut sebagai Ketua Panitia membantah undangan yang beredar. Dalam akun twitter @TsamaraDKI, ia mengatakan memang akan ada Parade Kebhinekaan tetapi tidak seperti undangan yang tersebar.

“Teman2, memang benar kami merencanakan Parade Kebhinekaa. Benar pula kami telah rapat membahas itu,” tulisnya.

“Namun kemudian dari pesan yang tersebar banyak terkandung hoax atau unsur kebohongan, termasuk nama artis dan tokoh yg diundang, terima kasih,” tulisnya lagi.

Berikut undangan yang tersebar di media sosial:

Baca Juga:  Puisi Sukmawati Dianggap Hina Syariat Islam dan Azan, Kok Bisa?

Dear kawan2,
Hasil perkembangan diluar, utk menyelamatkan kebhinekaan instruksi tunggal : Gerak di tgl 19 nov

Konsolidasi 11 November 2016

Tanggal Aksi: 19 November

Tempat: Parkir Timur Senayan-Bundaran HI (tentatif, lihat massa konkret)

Posko: MAARIF Institute

Nama Aksi: Parade Bhinneka Tunggal Ika

Target Massa: 100rb

Jaringan Relawan 40rb (jangan pakai atribut partai)
Semut Ireng 100rb
Desa 50rb
RelaNU
Banser
RMJ
Jamaah Habib Lutfi (30 Rb)

Tuntutan Isu:

Merawat Indonesia sebagai Negara Bhinneka Tunggal Ika.
Mempertahankan Pemerintah Konstitusional.
Menjalankan Penegakan Hukum yang Berkeadilan.

Kostum: Merah Putih & baju adat.

Tagline: #BerbedaItuIndonesia
Kepanitian:
Penanggungjawab: Seluruh jaringan.

Ketua Panitia: Tsamara Amany Alatas.

Sekretaris: Teh Nong.

Bendahara: Mayang (TII).

Korlap: Jaringan Relawan (Yustian), Perangkat Desa (orang Desa), Semut Ireng (?).

Acara : Teh Netty, Tommy (timnya mbak Netty (FKI), Ulin Yusron (Netizen), Agnes (ANBTI), Renny, (MAARIF Institute), Farid, Dina, Solihin (Tim Desa), Olga Lidya, Zahra (Jaringan Relawan)

Pendanaan : Hasan (Jaringan Relawan), Toni (MAARIF Institute)

Media: Thowik, Andy Budiman (Sejuk).

Dokumentasi: Pak Kris, Firdaus

Keamanan : Banser

Perlengkapan : Widodo (LBH Jakarta), Alex (Jaringan Relawan)

Perijinan : Isnur (LBH Jakarta)

Kebersihan : Fathony, Milly (Jaringan Relawan)

Medis : dr. Maria Mubarika (JAI)

Konsumsi: Ellen (ANBTI), Henny (MAARIF Institute), Arum (Jaringan Relawan), Dwi Endang Sabekti (ANBTI).

Acara:

Konser
Dzikir
Orasi
Doa Lintas Agama

Nama Tokoh

Buya Syafii (Darraz)
Gus Mus (Teh Nong)
Habib Luthfi (Tsamara)
GKR Hemas (Teh Nia)
Pdt. Eri Lebang (Teh Nia)
Pdt. Yewangoe (Teh Nia)
KH. Ishomuddin (Teh Nong)
Budiman Sudjatmiko (Firman)
Mgr. Ign. Suharyo (Darraz)
Pdt. Gomar Gultom (Teh Nia)
Haedar Nashir (Fajar)
Abdul Mu’ti (Fajar)
Said Agil Siradj (Guntur Romli)
Bikkhu Panyavaro (Darraz)
Uung Sendana (Teh Nia)
Pengeran Jatikusumah (Teh Nia)
Pedanda Tianyar Sebali (Teh Nia)
Shinta Nuriyah (Teh Nia)
KH. Hussein Muhammad (Teh Nong)
Abdillah Toha (Darraz)

Artis/Budayawan (minimal 10 artis)

Iwan Fals
Slank
Tompi
Glenn
Sandi Sandoro
Kevin Aprilio
Tristan
Widi
Giring
Project Pop
Poppy
Sarah Sechan
Joe Taslim
Erwin Gutawa
Gita Gutawa
RIF
Kahitna
Ahmad Albar
Ian Antono
Joki Suryoprayogo
Kla
Maia Estianty
Ernest
Titiek Puspa
Mira Lesmana
Indra Bekti
Gading Martin
Olga Lidya
Anya Dwinov
Michael Idol
Vino G. Bastian
Melanie Subono
Andien
Cinta Laura
Cherry Belle
JKT 48
Uya Kuya
Chelsea Islan

*artis/budayawan yang berhalangan hadir membuat video campaign selama 30 detik dengan tagline yang telah ditetapkan
Rundown
Disusun setelah nama-nama tokoh/artis/budayawan confirm.

Hoax yang menyertai

Tsamara Amany menyebutkan dari undangan yang tersebar banyak terkandung hoax atau unsur kebohongan, antara lain nama artis dan tokoh yg diundang.

Ada beberapa artis dan tokoh serta organisasi yang

Salah satu nama artis yang tertulis di undangan namun ternyata tidak ikut terlibat adalah Meanie Subono. Lewat akun Twitter @melaniesubono, artis kelahiran 20 Oktober 1976 itu justru mempertanyakan soal kenapa namanya diikutsertakan.

“Anda akan bikin acara tgl 19, KENAPA nama saya ada di blast acara ya? Boro2 kenal, dihubungi, saya bahkan TDK D JKT tgl itu,” tulisnya.

Selain Melanie, sejumlah artis yang tergabung dalam IMARINDO (Ikatan Manajer Artis Indonesia), Banser, LBH Jakarta, juga masuk dalam nama-nama yang sebenarnya tidak diikutkan namun tertulis di undangan.

imarindo

Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser GP. Ansor, Alfa Isnaini, dalam klarifikasinya mengatakan bahwa Satkornas Banser tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam aksi tersebut.

Alfa mengatakan, Satkornas Banser tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhineka Tunggal Ika. Serta menjalankan kehidupan bernegera secara konstitusional dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Sementara itu Lembaga Bantuan Hukum Jakarta juga merilis pernyataan serupa. Direktur LBH Jakarta Alghiffari Aqsa mengklarifikasi bahwa institusinya tidak mengetahui pihaknya diikutsertakan dalam parade tersebut.

“Dengan ini, LBH Jakarta melakukan klarifikasi bahwa staf kami yang bernama M. Isnur dan Widodo Budidarmo menyatakan tidak mengetahui dan sama sekali tidak terlibat dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Alghiffari mengatakan, LBH Jakarta juga tetap mendukung segala gerakan yang merawat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggal Ika. Dan menjalankan kehidupan bernegara secara konstitutional dan penegakkan hukum yang berkeadilan.

lbh-jakarta

bti