Nasional

Tengku Zulkarnain: Kalau MUI Main Politik, Sudah Lama Kaya Raya

Konferensi Pers Gerakan Nasional Pembela Fatwa-Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Jurnalindonesia.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendapat sorotan sejumlah pihak akhir-akhir ini.

Antara lain mereka mengkritisi serta mempertanyakan kredibilitas MUI, termasuk anggaran yang diperoleh dari APBN.

Selain itu, MUI juga dituding telah ikut campur di ranah politik. (Baca: Gus Mus: Buya Syafii saja Dihujat Padahal Ilmunya Lebih Tinggi dari Mereka yang di MUI)

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain membantah bahwa MUI bermain politik. Menurutnya, kalau MUI mau main politik sudah lama MUI kaya Raya.

Baca Juga:  Anies-Sandi Gelar Tarawih di Monas, MUI: Saya kok Ragu Kalau Alasannya untuk Persatuan

“Sejak Awal Zaman Buya Hamka Sampai Yayi Ma’ruf Amin MUI belum punya kantor masih numpang,” ujarnya lewat kicauan di Twitter, Ahad (13/11).

Menurut Tengku, negara Mengakui MUI sebagai otoritas Fatwa bukan yang lain. “UU Perbankan, Asuransi, Finance, Arbitrase SYARIAH, JPH Semua di MUI. ”

Baca Juga:  Pengacara Ahok Cecar Ketua Umum MUI soal Telepon dari SBY

Sebelumnya ia mengatakan, masih banyak ulama di negeri ini nyaman dengan Rumah kontrakan, baju tujuh Helai, makan tanpa tambah, isteri satu serta tidur empat Jam semalam.

Tengku

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain

Dalam keputusan yang dikeluarkan MUI menilai Ahok telah melecehkan Alquran dan agama Islam. Hal itu terkait dengan pernyataan Ahok yang mengutip surat Al Maidah saat berpidato di Kepulauan Seribu.

Baca Juga:  Wawancara dengan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Pasca-penolakan Warga Dayak di Kalbar