Nasional

Sylviana Caper Telepon 2 Kadis DKI di Depan Warga saat Blusukan, Plt Gubernur: Tak Perlu Ditaati

Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono
Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono

Jurnalindonesia.id – Calon wakil gubernur Jakarta Sylviana Murni blusukan ke Pasar Poncol, Senen, Jakarta Pusat dalam rangka kampanye Pilgub DKI 2017. Melihat kondisi pasar dan sungai sekitarnya yang kotor, mantan Deputi Gubernur DKI itu kemudian meminta dua kepala dinas Pemerintah Provinsi DKI untuk membenahinya.

Saat itu juga, Sylviana langsung menelepon Kepala Dinas Kebersihan DKI, Isnawa Adji, atas kondisi sampah di pasar tersebut.

“Saya tadi sudah telepon Pak Isnawa mengenai masalah sampah di sini. Nanti kita minta agar segera diurus ini,” kata Sylviana.

“Kita akan tata biar rapi ini pasarnya,” tambahnya.

Sylviana Murni

Sylviana Murni di Pasar Poncol (Foto: Fida/detikcom)

Selain Isnawa Adji, Sylviana juga menelepon Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Teguh Hendrawan terkait kotornya sungai di sekitar pasar.

Baca Juga:  Terkait Tujuh Tokoh Muslim Jadi Penantang, Ahok: Ah

“Halo pak Teguh, ini saya ada di sungai dekat Pasar Poncol. Sungainya kumuh sekali. Tolong segera ditindaklanjuti. Mengganggu ini pak. Tolong segera ya pak,” kata Sylviana saat menelepon.

Panggilan telepon itu hanya berlangsung singkat. Menurut Sylviana, Teguh siap menindaklanjuti aduan tersebut.

“Saya ini tadi menelpon Pak Teguh (Kepala Dinas Tata Air), baliau bilang sudah siap menata saluran air di sini,” ucapnya.

Sylviana Murni

Sylviana Murni menelepon Kadis Tata Air di Pasar Poncol (Foto: Fida/detikcom)

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jakarta Sumarsono (Soni) menyatakan eks deputi gubernur tidak boleh memerintah kepala dinas.

“(Sylviana) Tidak boleh (memerintah) dan tidak perlu ditaati,” kata Soni saat dihubungi, Senin (7/11/2016).

Baca Juga:  Video-video Kisruh Pilkada DKI 2017

Bila benar Sylviana memerintahkan kepala dinas, yakni Kepala Dinas Tata Air dan Kepala Dinas Kebersihan DKI, maka itu berpotensi sebagai tindakan yang melanggar kampanye. Pihak pengawas pemilu bisa turut dimintai perhatian terkait hal ini.

“Dan itu bisa dilaporkan ke Bawaslu, kalau sifatnya perintah,” kata Soni.

Namun demikian, bila hanya sekadar permintaan sebagai warga, itu boleh-boleh saja dilakukan, entah oleh Sylviana ataupun orang lain sebagai warga.

“Lain halnya bila sifatnya individu, sifatnya mengingatkan, itu lain lagi. Kalau sifatnya permohonan, itu boleh,” kata Soni.

Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono

Plt Gubernur Jakarta Soni Sumarsono

Kalimat permohonan tentu berbeda dengan kalimat perintah. Kalimat permohonan mengandung kata-kata yang biasa digunakan warga kepada pemerintah daerah. Soni mencontohkan, biasanya kalimat permohonan mengandung kalimat “kami mohon, kiranya dapat.”

Baca Juga:  Rizal Ramli: Hati-hati, Jokowi Bisa Jatuh Gara-gara Ahok

“Pak Ahok (Gubernur yang sedang cuti kampanye) saja tidak pernah perintah saya. Aturannya enggak boleh. Bolehnya ya hanya menyarankan saja,” kata Soni.

Dia menegaskan, Sylviana sudah tak berwenang memerintah pejabat Pemerintah Provinsi DKI. “Sudah tidak ada garis, sudah putus, karena dia sudah bukan lagi pegawai negeri,” kata Soni yang juga Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Daerah Kementerian Dalam Negeri ini.