Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika memblokir 11 website berita. (Baca: Diduga Sebarkan Kebencian dan SARA, Kominfo Blokir 11 Situs)

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyatakan kebijakan pemblokiran 11 situs berita tersebut merupakan tindakan sepihak, tanpa melalui proses dan prosedur yang wajar.

“Kominfo punya tata kelola yang harus dijalankan sebelum melakukan pemblokiran. Ada proses pendahuluan. Baik itu verifikasi dan bahkan pemanggilan pengelola situs, hingga akhirnya diputuskan untuk diblokir. Kominfo tidak bisa serta merta memblokir. Jangan langgar tata kelola atau SOP yang seharusnya dijalankan,” kata Fadli Zon sebagaimana dilansir merdeka.com, Kamis (3/11). (Baca: Tidak Terima Situsnya Diblokir, Portalpiyungan Laporkan Kominfo ke DPR)

Menurut Fadli, mestinya Kominfo memanggil terlebih dahulu pemilik situs untuk diverifikasi sebelum melakukan pemblokiran.

“Hal yang justru penting untuk dikontrol serta ditertibkan oleh Kominfo adalah keberadaan akun akun palsu yang sudah jelas melakukan fitnah dan hujatan. Namun ini tidak dilakukan dan bahkan dibiarkan oleh Kominfo,” kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Fadli Zon meminta agar Kominfo tidak gegabah dan tidak diskriminatif dalam mengkontrol aktifitas dunia maya. Upaya pemblokiran harus dijalankan sesuai prosedur.

“11 situs yang diblokir secara sepihak dan gegabah oleh Kominfo, harus segera dipulihkan,” tutupnya.

Sebagaimana diberitakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika memasukkan 11 website dalam daftar situs yang diblokir.

Sebelas website tersebut adalah:

Lemahirengmedia.com
portalpiyungan.com
suara-islam.com
smstauhiid.com
beritaislam24h.com
bersatupos.com
pos-metro.com
jurnalmuslim.com
media-nkri.net
lontaranews.com
nusanews.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *