Politik

Fahri: Ahok Terlalu Dianggap Istiwewa dan Akhirnya Aparat Gagap

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Jurnalindonesia.id – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Gubernur DKI Basuki Tjahaja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlalu dianggap istimewa. Aparat hukum pun nampak gagap terbata-bata dalam menyikapi persoalan yang dihadapi Ahok.

“Basuki terlalu dianggap istimewa dan akhirnya aparat hukum nampak gagap terbata-bata.  Padahal jika sejak awal bersikap jelas maka takkan menjalar ke mana-mana,” ujar Fahri lewat kicauan di Twitter-nya semalam.

Baca Juga:  Fahri Hamzah: Pedagang Seperti Sandiaga Disebut Ulama ya Repot

Ahok diadukan dalam kasus penistaan agama terkait pernyataannya di Kepulauan Seribu yang mengutip surah Al-Maidah. Polisi belum memanggil secara resmi Ahok. Kendati Ahok telah mendatangi polisi untuk klarifikasi.

Fahri pun mengingatkan Presiden Jokowi soal melemahnya reputasi negara. Hukum, kata ia, tidak boleh nampak mendua.  “Hukum tidak bOleh nampak mendua, tidak sama dan tidak merdeka. Inilah pesan pasal 27 Konstitusi kita…sekian…,” kata Fahri.

Baca Juga:  Terungkap, Edy Rahmayadi Sudah Pernah Minta Mundur dari PSSI

Fahri berpendapat, sekarang Basuki sudah kena batunya. Kasus Al Maidah 51 ini rumit karena masuk wilayah yang tidak diatur negara. Negara, jelas Fahri, tidak bisa mengendalikan pikiran publik dan juga tafsir para ulama…

“Jika lembaga resmi seperti MUI yang oleh Banyak UU ditugaskan bikin fatwa dan berfatwa tentang ini bagaimana jadi ya?” katanya. “Dan fatwa ini pasti sudah menjadi keyakinan jutaan orang.”