Politik

Buni Yani Mengaku Dapat Banyak Teror, Bully dan Fitnah

Buni Yani
Buni Yani dan salah satu pengacaranya, Aldwin Rahadian di Polda Metro Jaya, Senin (10/10/2016).

Jurnalindonesia.id – Buni Yani, pengunggah video Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga bermuatan penistaan agama, mengaku makin kerap mendapat teror, bully dan fitnah.

Salah satu fitnahnya adalah dengan adanya sebuah laman Facebook yang mengatasnamakan dirinya. Di situ ada status yang berbunyi ‘mudah-mudahan ada yang terbunuh tanggal 4 november hehe‘.

“Semakin banyak teror, makian, bully-an dalam beberapa hari terakhir ini lewat media sosial. Tak itu saja, fitnah juga. Page Facebook di bawah ini salah satunya yang bisa saya screen shot. Jelas bukan page punya saya. Jangan dipercaya isinya,” jelas Buni Yani di akun Facebook resminya.

Buni Yani telah diadukan oleh pendukung Ahok menyusul video yang ia unggah. Video itu kini memicu gerakan massa untuk menuntut Ahok agar diproses hukum.

Dalam status selanjutnya, Buni Yani mengatakan, kaum terpelajar pembela cagub tak cukup puas membunuh karakternya di kalangan terbatas, tapi sudah menulis di media sosial dengan nada kurang menyenangkan.

Tentu tulisan mereka, kata ia, dibaca banyak orang dan akan berdampak luas. “Mereka mungkin kawan-kawan waktu di rantau dulu, ada yang entah pernah bertemu atau tidak, saya lupa, tapi ada juga yang memang cukup kenal,” katanya.

“Kenapa kok saya jadi ngetop begini ya banyak dibicarakan jelek-jelek di belakang bahkan oleh kawan sendiri. Yo wislah itung2 ngurangin dosa aja kali.”