Nasional

Pemprov DKI Berangkatkan 50 Marbut Umrah

Jurnalindonesia.id – Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan 50 marbut (orang yang menjaga dan mengurus masjid) untuk umrah ke Tanah Suci pada tahun 2016 ini. Ke-50 orang marbut ini dilepas secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono atas seizin Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang juga hadir dalam acara pelepasan tersebut di Balai Agung, Kamis (27/10).

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Mamun Al Ayubi mengatakan, 50 orang yang berangkat umrah tahun ini merupakan marbut terpilih dari 3.000 lebih masjid yang ada di Jakarta. Mereka yang terpilih mengikuti seleksi terlebih dahulu dengan syarat memiliki rekening marbut dan sudah lama menjadi marbut di masjid, bisa azan, dan menjadi imam salat, serta hafal surat-surat pendek minimal 10 surat.

Baca Juga:  Tidak Mendatangi Korban JPO Ambruk, Wakil Walikota Depok Sebut Ahok Tak Punya Empati

“Masih ada ribuan yang menunggu untuk umrah, Bapak-Bapak beruntung tahun ini bisa berangkat dan dilepas langsung oleh Gubernur DKI,” kata Mamun.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al-Ayyubi, mengatakan selain program umrah, marbut juga mendapat insentif tiap bulannya. Pada tahun 2014 marbut yang berangkat umrah sebanyak 30 orang, kemudian tahun 2015 40 orang, tahun 2016 jadi 50 orang dan tahun 2017 justru bertambah yang sudah dianggarkan untuk 60 orang.

Baca Juga:  Kembali Terjadi Penipuan Umrah, 12 Ribu Lebih Calon Jemaah Jadi Korban

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga mengaku sangat bersyukur para marbut bisa kembali berangkat umrah. Ia menyebutkan jika para marbut itu mendapat rekening bank supaya bisa terintegrasi dengan yang lainnya karena DKI memberikan banyak subsidi ke banyak sektor, mulai dari kesehatan hingga pendidikan.

“Makanya marbut yang sudah melayani tidak mengharap gaji, tapi saya yakin inginnya menunaikan rukun Islam yang kelima,” katanya.

Baca Juga:  Larang Valentine's Day, Wali Kota Bima Instruksikan Anak Buah Awasi Penjualan Alat kontrasepsi di Apotek dan Toko Obat

Ia juga menyarankan supaya pemberangkatan marbut ini dibuat setiap dua bulan sekali. Bahkan bila perlu, katanya, 100 orang marbut diberangkatkan umroh saja yang penting DMI melakukan seleksi dengan benar.

“Semua PNS yang tukang baca doa harus ditugaskan sebagai petugas haji,” paparnya.