Nasional

Lapangan Kerja Baru untuk Warga Jakarta: Nangkap Tikus!

Ilustrasi

Jurnalindonesia.id – Pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sedang gencar-gencarnya menggalakkan program Gerakan Basmi Tikus (GBT) di seluruh kelurahan wilayah Jakarta.

Dan untuk mensukseskan program tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku menjanjikan Rp 20.000 per ekor bagi warga yang ikut mengumpulkan tikus.

“Lurah dan camat saya memintanya agar menugaskan petugas PPSU dan petugas kebersihan untuk membasmi tikus. Kalo perlu akan saya berikan intensif satu tikus kita berikan insentif Rp 20 ribu. Tikus yang berhasil ditangkap bisa dijadikan pupuk setelah dikumpulkan,” kata Djarot.

Pernyataan Djarot tersebut diungkapkan saat menghadiri safari salat Jumat di Masjid Jami At-Taqwa, Jalan Dr KRT Radjiman Widyodiningrat RT 005/RW 06 Kelurahan Rawa Terate, Kecamatan Cakung, Jumat (14/10) lalu. Kegiatan ini merupakan agenda rutin Wagub, salat Jumat berkeliling masjid yang berada dipemukiman padat di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Hadir mendampingi Djarot saat itu Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Asisten Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fatahillah, Kepala Dikmental Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat, Wakil Kepala BAZIS Provinsi DKI Jakarta Haerurahim, Asisten Perekonomian dan Administrasi Jakarta Timur Eric Pahlevi Zakaria Lumbun, Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara, Kepala Dikmental Jakarta Timur Alawi, Kepala Sudin Kominfomas Jakarta Timur Yuliarto, Camat Cakung Alamsyah dan Lurah Rawa Terate Chairul Salam.

“Ini sedang berjalan, kumpulin aja (tikusnya). Nanti silahkan ke ketua RT RW Lurah nanti tinggal jalan,” ujar dia.

Djarot Saiful Hidayat

Djarot Saiful Hidayat

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kebersihan warga DKI terutama yang berada di lingkungan padat penduduk. Sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit yang ditimbulkan oleh tikus-tikus tersebut.

Menurut Djarot, langkah tersebut harus diambil karena keberadaan tikus di Jakarta khususnya di pemukiman padat penduduk terbilang banyak dan mengkhawatirkan warga terutama yang berusia balita. Oleh sebab itu, pihaknya akan memberikan insentif bagi warga yang bisa menangkap.

“Nanti saya bilang sama pak lurah bikin gerakan basmi tikus. Tikus di Jakarta besar-besar,” kata Djarot.

Djarot juga sudah menginstruksikan pada Dinas Kebersihan untuk ikut mengumpulkan bangkai-bangkai tikus tersebut. Nantinya, bangkai tersebut akan dikubur agar tidak menimbulkan bau dan wabah penyakit.

“Nanti dinas kebersihan akan ditanam. Iya dong ditanam bahaya kalau jadi penyakit. Apalagi kalau dibuang tengah jalan,” ujarnya.

Lantas, bagaimana cara menghitungnya?

“Nanti kita ambil buntutnya. Warga bawa saja buntutnya,” terang Djarot.

Jadi, tertarik untuk jadi pemburu tikus?

Loading...