Kriminal

Foto Telanjangnya Tersebar, PNS ini Dipecat di Depan 3000 Pegawai

PNS
Ilustrasi: PNS

Jurnalindonesia.id – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi memberikan sanksi terberat, yakni pemecatan, terhadap seorang pegawai negeri sipil (PNS) berinisial W yang foto telanjangnya tersebar di media sosial.

Sanksi tersebut diakuinya sudah sesuai mekanisme dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pekalongan.

“Sanksi ini menjadi peringatan untuk seluruh PNS lainnya untuk menjaga marwahnya,” papar Asip, usai apel akbar di alun-alun Kajen, Senin (17/10/2016).

“Perdebatannya seru kajian yuridisnya juga sudah sempurna kami sebagai bupati harus mengambil langkah,” imbuh dia.

Di hadapan sedikitnya 3.000 PNS yang hadir, Bupati meminta kasus itu bisa menjadi pelajaran bagi pegawai yang lain.

“Jadi sekali lagi kasus ini menjadi perhatian ‘warning‘ bagi PNS yang lainnya. Bahwa kami tidak segan menjatuhkan sanksi berat,” kata dia.

Harapannya, kata dia, tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan PNS di Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga:  Kasatpol PP DKI Dipolisikan Anak Buah Kasus Dugaan Penganiayaan

Dalam kesempatan yang sama, selain memberikan sanksi, Pemkab Pekalongan juga memberikan penghargaan untuk pegawai yang sudah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun.

Foto bugil disebar oleh kekasih ‘gelap’-nya

Sebelum foto bugilnya tersebar di media sosial, PNS berinisial W mengaku mendapat ancaman dari pelaku bernama S, warga Demak, yang merupakan selingkuhannya.

S mengancam PNS tersebut, agar mau menikahinya atau hubungan gelapnya tersebut akan dibongkar melalui media sosial.

“Bukti SMS yang mengancam W ini masih kami simpan, sebagai bukti pelaporan di Polda. S mengancam W agar mau menikahinya, atau disebar foto syurnya,” kata pengacara W, Ahmad Yusuf, usai Jumpa Pers, Jumat (23/9/2016).

Dia mengatakan, ancaman kepada W itu sudah dilakukan sejak 2014 lalu. Kemudian pada 2015, foto-foto syur itu mulai diunggah ke akun facebook.

Baca Juga:  Jokowi Naikkan Gaji PNS 5 Persen, Mardani Ali Sera Curiga Terkait Pilpres 2019

Pengacara W, Ahmad Yusuf menuturkan, akun facebook bernama ‘Wie wied’ tersebut bukanlah akun pribadinya.

“Itu bukan akun pribadinya, tapi itu dibuat orang lain yang merupakan teman dekat W,” ujar Ahmad.

Menurutnya, akun bernama ‘wie wied’ tersebut, disalahgunakan oknum berinisial S untuk mencemarkan nama baiknya.

Wie wied merupakan akun ketiga yang sudah digunakan S untuk menyebarkan foto syur.

“Ada tiga akun yang digunakan S untuk menyebar foto-foto W. Tapi setelah akun dibuat, lalu dihapus lagi. Akun wie wied itu yang ketiga,” jelasnya.

Dia menyesalkan, tindakan yang dilakukan S tersebut karena antara W dan S sudah memiliki keluarga masing-masing. Namun, W tetap dipaksa untuk menikahi S.

Dia juga menyebut, hubungan yang rumit tersebut merupakan cinta segi empat karena masing-masing sudah berkeluarga.

“Mereka saling mengenal saat W berdinas di DPU, kemudian S merupakan kontraktor,” jelas dia.

Baca Juga:  Keluhkan Kondisi Tahanan, Ratna: Susah, Tidak Ada Ventilasi

Untuk itu, pihaknya akan melaporkan S ke Polda Jawa Tengah karena menyebarluaskan foto syur tersebut.

“W tidak membantah itu foto dirinya. Tapi dalam hal ini W itu korban. Rencana kami akan melaporkan ke Polda Jateng hari ini,” kata dia.

Adapun, kata dia, pelaku penyebar foto itu diduga melanggar UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi teknologi elektronik.

“Pelaporan kami ke Polda Jateng karena lintas wilayah. Pelaku ini berdomisili di Demak,” jelas dia.