Politik

Membela Islam dengan Teriakan “Bunuh, Gantung, Bakar!”

demo ahok

Jurnalindonesia.id – Massa pendemo ‘Aksi Bela Islam sempat menggunakan kata-kata bernada ancamana ketika menyampaikan aspirasi di Balai Kota Jakarta. Tak jarang mereka meneriakkan kata ‘bunuh, ‘gantung’ dan ‘bakar yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

Selain oleh massa, ancaman juga dilontarkan oleh salah seorang orator demonstrasi.

Adanya ancaman tersebut, Ahok menanggapi bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Kalau dia ancam celakain saya, kalau dia sudah ngomong terbuka kan jadi urusan polisi,” kata Ahok di Balai Kota, Jumat malam.

Lantas, bagaimana respons Polda Metro?

“Kalau itu kan baru ucapan saja. Belum diperhitungkan sebagai benar-benar ancaman,” ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan usai demo berlangsung.

Iriawan bersyukur demonstrasi yang diikuti massa yang sangat banyak itu dapat berjalan dengan aman hingga akhirnya massa membubarkan diri. Tak ada kericuhan dalam aksi gara-gara polemik Ahok soal Al Maidah 51 itu.

Baca Juga:  Soal Kondisi Ekonomi, Sandiaga: Tempe Jadi Setipis Kartu ATM

“Yang penting kan berjalan aman dan damai. Sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

Kapolda Metro Jaya di tangh-tengah pendemo di depan Balaikota DKI (Foto: Noval/detikcom)

Kapolda Metro Jaya di tangh-tengah pendemo di depan Balaikota DKI (Foto: Noval/detikcom)

Baca: Remaja yang Ikut Aksi Demo Anti Ahok, Merokok dan Tertawa: Kita Mau Ahok Mati Aja

Massa pendemo juga mengatakan akan kembali datang berdemonstrasi jika kasus Ahok tidak cepat ditangani oleh Bareskrim Polri. Mereka juga sempat mengancam akan membawa massa lebih banyak dan mengambil alih Balai Kota.

Baca: Ribuan Pendemo Ahok Putihkan Jl Medan Merdeka Timur, Begini Penampakannya

Iriawan mengatakan, pihak keamanan akan melakukan langkah antisipasi terhadap hal tersebut. Pengamanan khusus akan dilakukan mengingat posisi Balai Kota berada di Ring 1.

Baca Juga:  Minta Ada Mediasi dan Kekeluargaan, Rizieq: Janganlah Kita Saling Lapor

“Pasti kita antisipasi lah. Pengamanannya hampir sama. Kita kan sama-sama orang Jakarta, sama-sama orang Islam. Tadi kita salat bareng juga. Tapi kalau ini ring 1. Jadi kita akan menggunakan pengamanan khusus. Kalau mereka lebih banyak, kita juga akan lebih banyak juga,” tutur Iriawan.

Unjuk rasa sejumlah ormas keagamaan di depan Balai Kota dilakukan untuk merespons ucapan Ahok beberapa waktu lalu yang mengutip salah satu ayat di Al Quran Surat Al Maidah.

Dalam aksinya, pengunjuk rasa menuntut penegak hukum agar menyeret Ahok ke dalam kasus penistaan agama.

Ahok mengaku tidak mempermasalahkan hal itu. Ia menyatakan siap diperiksa jika memang dirinya nanti dipanggil oleh yang berwajib.

“Ya tunggu saja proses hukum. Ini kan negara hukum. Negara hukum kan enggak bisa maksa,” ujar Ahok.

Baca Juga:  Protes Serangan Soal Lahan dan Unicorn, BPN Laporkan Jokowi ke KPU

Menurut Ahok, kelompok yang berunjuk rasa merupakan pihak yang dari dulu menginginkan agar dirinya terjerat kasus hukum dan batal maju di Pilkada.

Ia mencontohkan saat pihak yang sama berunjuk rasa menuntut agar dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus RS Sumber Waras dan reklamasi.

“Terus waktu saya baru dilantik jadi gubernur juga menolak saya jadi gubernur. Dari dulu GMJ juga begitu setiap Jumat. Sampai bosan akhirnya kan?” ujar Ahok.