Ekonomi dan Bisnis

Siap-siap, Pemilik Akun Media Sosial akan Dikenai Pajak

selebgrAM
Ilustrasi

Jurnalindonesia.id – Saat ini pemerintah mengakui tengah mengincar tambahan penerimaan dari sektor pajak dengan menyasar obyek pajak baru.

Salah satu yang menjadi incaran Direktorat Jenderal Pajak adalah para pemilik akun di media sosial yang memiliki banyak follower (pengikut) atau yang kerap disebut ‘selebritis medsos’.

Namun tidak semua akun yang memiliki follower banyak akan dikenai pajak, hanya mereka yang memberikan ruang akunnya untuk iklan produk tertentu saja yang terkena wajib pajak. Contohnya adalah selebgram.

Selebgram, istilah ini diberikan kepada seseorang yang ngetop di instagram dan membuka ruang bagi perusahaan untuk menawarkan produk tertentu lewat akunnya. Perusahaan bersedia beriklan di akun selebgram karena memiliki follower yang melimpah.

Sebagai imbalan, si selebgram akan mendapat bayaran dari perusahaan yang beriklan di akun instagramnya. Lantas, apa respons Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi soal pengenaan pajak terhadap selebgram?

“Kalau ada keuntungan, kena pajak. Gitu saja, memang objek pajak kok. Pajak itu prinsipnya bayar ya bayar. Kalau nggak, ya nggak,” ujar Ken usai rapat di Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi

Dirjen Pajak, Ken Dwijugiasteadi

Ken mencontohkan, di Google atau Youtube banyak yang beriklan, dan Ditjen Pajak bisa mendeteksinya.

“Coba kamu buka Google atau di Youtube, (itu ada iklannya, ada yang jualan). Itu jualan kan gampang saya tinggal lihat yang jualan alamatnya mana dan NPWP-nya berapa, selesai deh. Itu sudah link ke saya semua,” kata Ken.

 

Loading...