Nasional

Fakta Tentang Mualimin Abdi dan Kronologi Gugatannya ke Laundry Kiloan

mualimin abdi
Nama Mualimin

Jurnalindonesia.id – Nama Mualimin menjadi perbincangan setelah menggugat Fresh Laundry sebesar Rp 210 juta hanya karena jasnya tidak licin. Untuk jas, Fresh Laundry memasang tarif khusus dry cleaning yaitu Rp 35 ribu per jas. Setelah dikerjakan satu hari dan diserahkan kembali, Mualimin tidak terima karena jas kesayangannya berkerut dan tidak licin.

Mualimin pun meminta ganti rugi atas hal itu. Budi Imam, sebagai pengelola Fresh Laundry kemudian memberi ganti Rp 350 ribu atau 10 kali lipat dari tarif jasa dry cleaning sesuai perjanjian. Tapi ganti rugi itu tidak diterima Mualimin dan terjadilah perselisihan keduanya. Mualimin yang tidak puas lalu mengambil langkah hukum menggugat Budi ke PN Jaksel sebesar Rp 210 juta.

Rinciannya, Rp 10 juta untuk harga jas dan Rp 200 juta untuk ganti rugi immateril karena jas itu tidak bisa dipakai di acara di kantornya. (Baca selengkapnya di Mualimin Abdi, Dirjen HAM Sok Kuasa yang Gugat Jasa Laundry Rp 210 Juta Cuma Gara-gara Jas Tidak Licin)

Tentang Fresh Laundry

Bagi pemilik baju seharga jutaan rupiah, tentulah akan mengutamakan laundry dengan standar internasional sebagai tempat mencuci bajunya. Namun tidak bagi Dirjen HAM Mualimin Abdi yang memilih mencuci jas seharga 10 juta-nya di laundry kiloan. Duh…

Fresh Laundry

Fresh Laundry

Diketahui, Mualimin mencuci jas mahal miliknya itu di Fresh Laundry yang beralamat di Jalan Pedurenan, Jakarta Selatan. Laundry itu berada tidak jauh dari gedung Kemenkum HAM, atau dua menit dari kantor Kemenkum HAM.

Baca Juga:  Media Asing Australia Ungkap Kekecewaan Warga Miskin terhadap Ahok

Fresh Laundry bukanlah jasa laundry kenamaan berkelas internasional. Fresh Laundry hanya bisnis rumahan yang dimiliki Budi Imam. Ia menyulap rumah kecilnya berukuran 3×7 meter menjadi usaha laundry. Sebuah baliho kecil dipasang di depan rumah beratap seng bertuliskan ‘Laundry: Laundry & Dry Clening. 5 Jam Selesai’.

Selain itu, sebuah papan nama kecil juga terpampang VIP Fresh Laundry & Dry Cleaning. Di bawahnya tertulis tarif Rp 6 ribu per kilo gram. Fresh Laundry juga menerima jasa laundry dengan fasilitas antar jemput ojek online.

Umumnya yang mencuci di Fresh Laundry adalah karyawan yang kost di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan.

Fresh Laundry

Fresh Laundry

Nah, di tempat inilah Mualimin lewat stafnya untuk mencuci jasnya yang seharga Rp 10 juta itu. Setelah dikerjakan satu hari dan diserahkan kembali, Mualimin tidak terima karena jas kesayangannya berkerut dan tidak licin.

Mualimin kaget dan meminta ganti rugi. Budi kemudian memberi ganti Rp 350 ribu atau 10 kali lipat dari tarif jasa dry cleaning sesuai perjanjian. Tapi ganti rugi itu tidak diterima Mualimin dan terjadilah perselisihan keduanya.

Selanjutnya, Mualimin yang merasa tidak puas lalu mengambil langkah hukum menggugat Budi ke PN Jaksel. (Baca juga: Soal Gugatan Dirjen HAM ke Fresh Laundy, Ombudsman: Itu Contoh Arogansi Pejabat Publik!)

Kasus Dirjen HAM sebelumnya: Punya Polis Rp 2,5 M tapi tidak tercatat di LHKPN dan plagiat makalah

Mualimin sempat mengikuti lelang jabatan Dirjen Peraturan Perundangan Kemenkum HAM pada 2014 lalu. Mualimin menjalani tes administrasi, tertulis, profil, dan assesment.

Baca Juga:  Rizal Ramli: Belum Dikepret, Ahok Sudah Kabur

Dalam seleksi itu terungkap Mualimin memiliki polis asuransi sebesar Rp 2,5 miliar. Anehnya, polis itu tidak ditulis dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Pansel pun curiga dan mencecar asal-usul polis itu tapi Mualimin tidak memberikan jawaban yang memuaskan.

Selain catatan soal polis asuransi Rp 2,5 miliar, Pansel juga mencecar Mualimin soal makalahnya yang mempunyai unsur plagiat. Mualimin tidak bisa berkelit ketika ditanyakan mengapa melakukan plagiat.

Alhasil, pansel mencoret Mualimin dari kandidat Dirjen Peraturan Perundangan.

Setahun setelahnya, pria kelahiran Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah 21 Nopember 1962 itu kembali mengundi nasib mengikuti seleksi Dirjen HAM. Kali ini dia lolos dan diangkat sebagai Dirjen HAM. Setahun setelahnya, jabatan Mualimin ditambah sebagai Ketua Majelis Kehormatan Notaris Indonesia.

mualimin

Mualimin Abdi (kedua dari kanan) berbalut jas dilantik menjadi Dirjen HAM (dok.Kemenkum HAM)

 

Kronologi kasus gugatan ke Fresh Laundry

Rabu, 24 Agustus 2016

Dirjen HAM mengajukan gugatan perdata kepada Budi Imam pemilik laundry kiloan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan register Nomor: 572/Pdt.G/2016/PN.JKT.SEL. Gugatan itu dilayangkan atas nama pribadi. Mualimin menggugat Budi sebesar Rp 210 juta, dengan rincian Rp 10 juta untuk harga jas dan sisanya kerugian immateril.

Selasa, 4 Oktober 2016,
Pukul 22.24 WIB

Mualimin terkejut setelah mendapat informasi dari stafnya, kalau tergugat Budi Imam mengunggah status di laman facebooknya. Status itu pun menjadi ramai diperbincangkan oleh netizen. Hal itupun membuat Budi menyesal dan berjanji memberikan klarifikasi di media sosial.

Baca Juga:  Tak Masuk dalam Daftar 200 Mubalig, Ini Tanggapan Ustaz Abdul Somad

mualimin

Rabu, 5 Oktober 2016
Pukul 12.00 WIB

Sidang media perdana dilaksanakan, hakim pun mengarahkan untuk mediasi sebelum persidangan dilanjutkan.

Pukul 12.30 WIB
Selesai sidang, Mualimin dan Budi sepakat untuk berdamai. Pemilik laundry itu pun mengajukan permintaan maaf sedangkan Mualimin menyatakan tidak melanjutkan perkara.

Kamis, 6 Oktober 2016
Pukul 08.00 WIB

Mualimin membuat surat pencabutan dan langsung mengirimkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Baca juga: Tuntutannya ke Fresh Laundry Dikecam Publik, Dirjen HAM Mengaku Tidak Bisa Tidur Dua Hari Dua Malam)

Pukul 12.00 WIB
Budi bersama kakaknya mendatangi kantor Mualimin. Keduanya datang berbarengan dengan komisiner Komnas HAM Nurkholis.

Pukul 12.30 WIB
Budi pun mendapat wejangan bahwa gugatan tersebut sebagai pelajaran, sehingga ke depan lebih berhati-hati. Mualimin sendiri telah mengikhlaskan jas dan baju batik yang rusak, sehingga tidak perlu diganti.

mualimin

Jumat 7 Oktober 2016
Pukul 14.00 WIB

Budi kembali mendatangi kantor Mualimin untuk silahturahmi. Pemilik loundry itu kembali meminta maaf, karena telah membuat repot dan susah Mualimin. Dalam pertemuan itu, Budi juga mengaku telah bertemun wartawan untuk klarifikasi permasalahan tersebut telah selesai.

Senin 10 Oktober 2016
Mualimin menggelar jumpa pers dan meminta maaf ke masyarakat.